Ruang Publik
← Kembali ke Profil+ Buat Karya Baru
Artikel / News

BRICS Memasuki Dua Dekade Baru: Apa yang Dibangun dari New Delhi?

Dua puluh tahun setelah BRICS dibentuk, KTT New Delhi menandai fase baru kerja sama negara-negara berkembang dalam membangun ketahanan, inovasi, ekonomi, dan tata kelola global yang lebih inklusif.

Foto profil BRICS NEWS
BRICS NEWS
@newsbrics
BRICS Memasuki Dua Dekade Baru: Apa yang Dibangun dari New Delhi?

KTT BRICS ke-18 di New Delhi menjadi penanda 20 tahun perjalanan BRICS. Di bawah kepemimpinan India, kelompok ini kembali menegaskan arah kerja sama di bidang politik dan keamanan, ekonomi dan keuangan, serta hubungan antarmasyarakat—sekaligus memperluas perhatian pada pembangunan yang berkelanjutan dan tata kelola global yang lebih representatif.

BRICS Memasuki Dua Dekade Baru

BRICS memasuki babak baru setelah para pemimpin negara anggotanya berkumpul di New Delhi pada 12–13 September 2026 dalam KTT BRICS ke-18. Pertemuan ini berlangsung di bawah kepemimpinan India dengan tema “Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability”.

Dari Empat Negara Menjadi Kelompok Global

BRICS telah mengalami perubahan besar sejak pertama kali dibentuk. Kelompok yang awalnya terdiri dari Brasil, Rusia, India dan China kini berkembang menjadi kelompok dengan 11 negara anggota.

Menurut informasi resmi Pemerintah India, anggota BRICS saat ini adalah Brasil, China, Mesir, Ethiopia, India, Indonesia, Iran, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan dan Uni Emirat Arab.

Secara keseluruhan, negara-negara tersebut mewakili sekitar 49,5 persen populasi dunia, 40 persen PDB global dan 26 persen perdagangan dunia.

Apa yang Sebenarnya Dibangun?

Pertanyaan penting dari KTT New Delhi bukan hanya mengenai siapa yang menjadi anggota BRICS, tetapi apa yang sedang dibangun melalui kerja sama tersebut.

Dalam New Delhi Declaration, BRICS menempatkan kerja sama politik dan keamanan, ekonomi dan keuangan, pembangunan berkelanjutan, teknologi serta hubungan antarmasyarakat sebagai bagian penting dari agenda kelompok.

Tema yang dipilih India pada 2026 juga menunjukkan arah tersebut: ketahanan, inovasi, kerja sama dan keberlanjutan.

Ekonomi dan Keuangan

Kerja sama ekonomi tetap menjadi salah satu fondasi utama BRICS.

Negara-negara anggota terus mendorong penguatan hubungan perdagangan dan keuangan serta memperluas kerja sama yang dapat memberikan manfaat bagi negara-negara anggota.

Namun, perlu dibedakan antara penguatan kerja sama keuangan BRICS dengan gagasan mengenai mata uang bersama. BRICS tidak otomatis memiliki satu mata uang baru hanya karena membahas kerja sama keuangan.

Teknologi Menjadi Agenda Penting

India juga memberikan perhatian besar terhadap inovasi dan teknologi dalam kepemimpinannya di BRICS 2026.

Dalam rangkaian kegiatan KTT, India menyelenggarakan Bharat Innovates Exposition yang menampilkan inovasi dan perusahaan berbasis teknologi.

Hal ini menunjukkan bahwa teknologi semakin dipandang sebagai bagian dari pembangunan dan ketahanan negara-negara berkembang.

Posisi Indonesia

Indonesia menjadi salah satu dari 11 negara anggota BRICS.

Bagi Indonesia, keanggotaan ini membuka ruang untuk memperluas hubungan ekonomi, perdagangan, investasi, teknologi dan diplomasi dengan negara-negara anggota lainnya.

Namun, manfaat tersebut tidak otomatis muncul hanya karena Indonesia menjadi anggota.

Tantangan sebenarnya adalah bagaimana Indonesia menggunakan posisi tersebut untuk memperjuangkan kepentingan nasional sekaligus berkontribusi dalam agenda Global South.

Dua Dekade Berikutnya

Dua puluh tahun perjalanan BRICS menunjukkan perubahan yang besar. Dari sebuah kelompok yang relatif kecil, BRICS kini memiliki cakupan geografis, ekonomi dan agenda yang jauh lebih luas.

Tetapi semakin besar sebuah kelompok, semakin besar pula tantangannya. Negara-negara anggota memiliki kepentingan nasional dan kondisi politik yang berbeda.

Karena itu, keberhasilan BRICS pada dua dekade berikutnya tidak cukup diukur dari jumlah anggotanya.

Ukuran yang lebih penting adalah apakah kerja sama yang telah disepakati dapat berubah menjadi perdagangan, investasi, teknologi dan proyek nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dari New Delhi, BRICS memasuki fase baru.

Pertanyaannya bukan lagi sekadar apakah BRICS akan menjadi lebih besar, tetapi seberapa jauh kelompok ini mampu mengubah kekuatan ekonomi dan jumlah anggotanya menjadi pengaruh nyata dalam tata dunia yang sedang berubah.

Sumber dan Rujukan

Government of India — Prime Minister’s Office (PMO)

Informasi resmi mengenai Bharat Innovates Exposition dalam rangkaian BRICS 2026.