TENTANG PUSTAHA

Sebuah Perjalanan
Mencari Tempat untuk Berkarya

PUSTAHA tidak lahir dari sebuah perusahaan besar, lembaga pendidikan, ataupun sebuah tim yang telah dipersiapkan sejak awal.

PUSTAHA lahir dari perjalanan panjang mencoba, gagal, belajar, kemudian mencoba kembali.

Sebelum sampai pada nama PUSTAHA, saya pernah membangun dan mencoba berbagai ruang digital dengan nama dan tujuan yang berbeda. Di antaranya Sawacana.com, Indomora.com, Indomora.id, Diantara.pro, Liedtexter.com, dan Liedtexter.id. Perjalanan itu bahkan pernah sampai pada pendirian PT Indomora Mitra Niaga.

Tidak semuanya berjalan seperti yang saya harapkan.

Ada yang berhenti. Ada yang tidak berhasil dikembangkan. Ada pula gagasan yang pada akhirnya tidak menemukan bentuk yang mampu saya pertahankan.

Namun semua kegagalan itu meninggalkan sesuatu: pengalaman.

Saya mulai memahami bahwa persoalannya bukan sekadar mencari nama domain, membuat website, atau menentukan satu jenis karya. Saya membutuhkan sebuah rumah yang cukup luas untuk menampung apa yang saya pelajari dan kerjakan sepanjang perjalanan.

Dari perjalanan itulah akhirnya saya sampai pada PUSTAHA.

PUSTAHA

Domain PUSTAHA telah didaftarkan sejak 2025. Namun pembangunan PUSTAHA dalam bentuk yang sekarang mulai dikerjakan pada Agustus 2026.

Berbeda dari beberapa upaya sebelumnya, PUSTAHA tidak dibangun untuk hanya menampung satu jenis karya.

Di dalamnya dapat hidup tulisan, pengetahuan, catatan sejarah, budaya, filsafat, sains, teknologi, kesehatan, ekonomi, hukum, politik, arsip, musik, video, dan berbagai karya lainnya yang dapat terus berkembang seiring perjalanan.

Karena itu, PUSTAHA perlahan menemukan identitasnya sendiri:

INGAT·TULIS·RILIS

Mengingat apa yang pernah diketahui dan terjadi. Menuliskannya semampu yang dapat dilakukan. Kemudian merilisnya agar dapat dibaca, didengar, dilihat, dan ditemukan kembali.

Mengapa PUSTAHA Dibangun?

Dunia semakin digital.

Namun sesuatu yang berada di dunia digital tidak dengan sendirinya akan bertahan selamanya. Cerita dapat terlupakan. Pengetahuan dapat terputus. Kesaksian lisan dapat hilang bersama orang yang mengetahuinya. Dokumen dapat tercecer. Sebuah karya bahkan dapat lenyap ketika tidak ada lagi tempat yang menyimpannya.

PUSTAHA dibangun dari pemikiran sederhana bahwa dunia digital juga memerlukan arsip.

Tidak semuanya harus merupakan peristiwa besar. Tidak semuanya harus sempurna. Apa yang kita ketahui hari ini mungkin justru menjadi sesuatu yang ingin dicari oleh generasi berikutnya.

Karena itu saya mencoba menulis dan menyimpan semampu saya apa yang dapat saya ketahui melalui sumber lisan, buku, dokumen, sumber digital, pengalaman, rekaman, arsip, dan berbagai sumber lainnya.

Tentang Orang di Balik PUSTAHA

PUSTAHA didirikan dan dikembangkan oleh Armando Sinaga Uruk.

Saya bukan seorang akademisi. Saya bukan sarjana, dan saya tidak datang dari dunia pendidikan tinggi.

Saya hanyalah orang biasa yang terus belajar.

Saya belajar sambil menulis. Saya membaca, mendengar, mencari sumber, mencoba memahami sesuatu, membuat karya, melakukan kesalahan, memperbaikinya, lalu belajar kembali.

Karena PUSTAHA dikerjakan oleh seorang manusia biasa dan bukan oleh sebuah tim besar, tentu ada keterbatasan.

Ada informasi yang mungkin belum lengkap. Ada sumber yang belum berhasil ditemukan. Ada catatan yang mungkin hanya dapat ditulis berdasarkan informasi yang tersedia pada saat itu. Dan tidak tertutup kemungkinan terdapat kekeliruan yang perlu diperbaiki kemudian.

Keterbatasan tersebut bukan alasan untuk berhenti menulis. Sebaliknya, itulah alasan PUSTAHA harus terus dapat diperbarui.

Koreksi yang mempunyai dasar, sumber yang lebih baik, dokumen tambahan, maupun informasi yang dapat memperjelas sebuah catatan sangat terbuka untuk dipelajari dan diperbaiki.

Tentang Karya dan Sumber

Tulisan yang diterbitkan di PUSTAHA merupakan karya yang saya susun sendiri, meskipun dalam penyusunannya dapat menggunakan dan merujuk berbagai sumber.

Sumber tetaplah milik dan karya pihak yang menjadi sumber tersebut. PUSTAHA tidak mengklaim buku, dokumen, penelitian, foto, rekaman, ataupun karya pihak lain sebagai karya PUSTAHA.

Rujukan digunakan untuk membantu memahami, mencatat, membandingkan, dan menyusun sebuah tulisan.

Sementara musik, video, arsip karya, dan karya asli lainnya yang dinyatakan sebagai karya PUSTAHA merupakan karya yang saya buat dan terbitkan melalui PUSTAHA.

Prinsip mengenai penggunaan sumber, koreksi, dan proses verifikasi dijelaskan lebih lengkap pada halaman Sumber & Verifikasi.

PUSTAHA STORE

PUSTAHA juga memiliki PUSTAHA STORE melalui pustaha.store.

PUSTAHA STORE bukan proyek yang berdiri tanpa hubungan dengan PUSTAHA, melainkan bagian dari ekosistem yang sama.

PUSTAHA menjadi rumah bagi pengetahuan, arsip, dan karya, sedangkan PUSTAHA STORE disiapkan sebagai ruang bagi produk dan kegiatan perdagangan yang dikembangkan di dalam perjalanan ekosistem PUSTAHA.

Pengembangannya dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan dan kebutuhan.

Sebuah Harapan

Setelah berbagai nama, website, gagasan, dan usaha yang pernah saya coba sebelumnya, PUSTAHA adalah tempat yang akhirnya mampu bertahan dan terus saya kembangkan.

Saya tidak tahu seberapa besar PUSTAHA kelak.

Tetapi setelah perjalanan panjang mencari bentuk dan identitas, harapan saya sederhana:

semoga PUSTAHA menjadi rumah terakhir bagi perjalanan karya ini.

Bukan berarti PUSTAHA akan selesai.

Justru sebaliknya.

Selama masih ada sesuatu yang dapat dipelajari, diingat, ditulis, diperbaiki, disimpan, dan diwariskan, PUSTAHA masih mempunyai alasan untuk terus bertumbuh.

Sirungrungi nadapot bubu — siharhari nadapot sabbil.
Armando Sinaga UrukPendiri PUSTAHA