Di Hadapan Gibran, Pedro Ginting Suarakan Narkoba dan Judi di Karo hingga Mengaku Diancam
Dalam dialog dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Pedro Ginting menyebut Kabupaten Karo menghadapi persoalan serius narkoba dan perjudian, mengaku mendapat ancaman karena menyuarakannya, serta meminta perbaikan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis.
Warga Karo Bicara Langsung di Hadapan Wakil Presiden
Sebuah percakapan antara seorang warga yang memperkenalkan dirinya sebagai Pedro Ginting dengan Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka menarik perhatian PUSTAHA dalam penelusuran media sosial pada Jumat, 11 September 2026.
Dalam video yang ditonton PUSTAHA melalui akun TikTok @rempulima pada pukul 13.58 WIB, Pedro tidak membuka pembicaraan dengan seremoni atau pujian panjang.
Ia langsung membawa persoalan yang menurutnya sedang mengganggu Kabupaten Karo.
Narkoba.
Perjudian.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dan kemudian sebuah pengakuan yang jauh lebih serius: Pedro mengatakan dirinya mendapat ancaman karena terus menyuarakan persoalan narkoba dan perjudian.
Percakapan tersebut berlangsung langsung di hadapan Wakil Presiden.
PUSTAHA menelusuri video itu karena apa yang disampaikan warga bukan perkara ringan. Namun sejak awal perlu ditegaskan: pernyataan Pedro mengenai kondisi narkoba dan perjudian, ancaman terhadap dirinya, serta klaim bahwa keluhannya belum ditanggapi gubernur adalah pernyataan Pedro dalam video. PUSTAHA belum memiliki dasar untuk menyatakan seluruh klaim tersebut sebagai fakta yang telah terverifikasi secara independen.
Yang dapat diberitakan dari video adalah apa yang dikatakan Pedro dan bagaimana Gibran meresponsnya.
“Kabupaten Karo Darurat Narkoba dan Judi, Pak”
Pedro memulai pembicaraan dengan memperkenalkan dirinya kepada Gibran.
Ia kemudian langsung menyampaikan persoalan yang menjadi pokok pembicaraannya.
Dalam video tersebut Pedro mengatakan:
“Pak izin, Pak. Nama saya Pedro Ginting, Pak. Kabupaten Karo darurat narkoba dan judi, Pak.”
Pernyataan itu merupakan penilaian Pedro terhadap keadaan yang ia lihat di Kabupaten Karo.
Pedro kemudian mengatakan bahwa persoalan tersebut sebelumnya telah ia komunikasikan kepada Gubernur Sumatera Utara.
Ia berkata:
“Saya kemarin sudah komunikasi dengan Pak Gubernur, Pak.”
Mendengar pernyataan tersebut, Gibran kemudian bertanya mengenai besarnya persoalan yang dimaksud.
Dalam rekaman yang ditelusuri PUSTAHA, terdengar pertanyaan:
“Banyak kasus?”
Pedro menjawab dengan penekanan bahwa menurutnya persoalan narkoba dan perjudian di Kabupaten Karo sudah sangat serius.
“Sangat luar biasa narkoba dan judi di Kabupaten Karo.”
Ia kembali menyebut telah berkomunikasi dengan gubernur dan mengatakan keadaan tersebut mengganggu masyarakat.
Percakapan yang awalnya singkat kemudian berkembang menjadi penyampaian sejumlah persoalan sekaligus.
Gibran Meminta Persoalan Itu Ditindaklanjuti
Setelah mendengar penyampaian mengenai narkoba dan perjudian, Gibran terlihat memberikan perhatian kepada orang-orang yang berada bersamanya.
Dalam video terdengar respons yang mengarah pada permintaan agar persoalan tersebut diurus atau ditindaklanjuti, dan Kapolda turut disebut dalam percakapan.
Pada bagian ini PUSTAHA memilih tidak menuliskan kalimat panjang sebagai kutipan verbatim karena kualitas dan konteks potongan video perlu dijaga agar ucapan tidak berubah akibat proses transkripsi.
Namun substansi yang terlihat dari percakapan adalah bahwa laporan mengenai narkoba dan perjudian tersebut tidak berhenti hanya pada penyampaian Pedro; Gibran merespons dan mengarahkan perhatian kepada rombongan atau pihak yang mendampinginya agar persoalan tersebut diperhatikan.
Apakah setelah percakapan itu kemudian dilakukan tindakan tertentu oleh kepolisian atau instansi pemerintah merupakan persoalan berbeda yang membutuhkan verifikasi lanjutan.
Video itu sendiri tidak cukup untuk membuktikan tindak lanjut setelah pertemuan.
Dari Narkoba dan Judi, Percakapan Beralih ke MBG
Menariknya, Pedro kemudian membawa pembicaraan ke Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sikap yang disampaikannya bukan penolakan terhadap program tersebut.
Justru sebaliknya.
Pedro mengatakan dirinya dan masyarakat yang ia maksud mendukung Gibran dan mendukung MBG.
Dalam penyampaiannya kepada Wapres, Pedro mengatakan kurang lebih bahwa masyarakat mendukung program penuntasan narkoba dan perjudian sekaligus MBG.
Namun dukungan itu disertai permintaan:
cara pelaksanaannya perlu diperbaiki.
Pedro mengatakan:
“Kami cinta program MBG, tapi caranya mengerjakan tolong, Pak, tata kelolanya.”
Kalimat tersebut menjadi penting karena memperlihatkan perbedaan antara mendukung tujuan sebuah program dan mengkritik pelaksanaannya.
Seseorang dapat mendukung MBG tetapi tetap meminta pemerintah memperbaiki tata kelolanya.
Dua sikap tersebut tidak harus saling bertentangan.
Gibran: “Kita Akan Evaluasi Total”
Terhadap permintaan tersebut, Gibran memberikan jawaban yang tegas.
Dalam video terdengar Wakil Presiden mengatakan:
“Kita akan evaluasi total.”
Pedro kemudian kembali menegaskan dukungannya terhadap program MBG sambil meminta tata kelolanya diperhatikan.
Gibran kembali memberikan respons yang pada pokoknya menyatakan kesiapan untuk melakukan evaluasi.
Pernyataan mengenai evaluasi menjadi relevan dengan konteks kunjungan Gibran ke Sumatera Utara pada periode tersebut.
Laporan media pada 10 September 2026 menyebut kunjungan kerja Gibran ke Sumatera Utara pada 10–11 September juga berkaitan dengan kondisi korban insiden MBG di Kabupaten Karo, khususnya Berastagi.
Dengan demikian, pembicaraan mengenai tata kelola MBG dalam dialog warga tersebut tidak berdiri di ruang kosong.
Namun PUSTAHA tetap membedakan antara agenda resmi kunjungan dan aspirasi spontan yang terdengar dalam video.
Pedro Kemudian Mengaku Mendapat Ancaman
Bagian paling serius muncul ketika Pedro menjelaskan alasan dirinya terus menyuarakan narkoba dan perjudian.
Ia mengatakan bahwa dirinya setiap hari berusaha membuat persoalan tersebut menjadi perhatian publik.
Kemudian ia mengeluarkan pengakuan:
“Saya mau dibunuh, saya diancam.”
Pedro juga kembali mengatakan bahwa persoalan tersebut telah disampaikannya kepada Gubernur Sumatera Utara.
Menurut Pedro, sampai saat percakapan tersebut berlangsung, keluhannya belum mendapat tanggapan sebagaimana yang ia harapkan.
Ia kemudian kembali menegaskan pandangannya mengenai kondisi Kabupaten Karo:
“Darurat narkoba dan judi di Kabupaten Karo ini.”
Pengakuan mengenai ancaman merupakan hal serius.
Karena itu PUSTAHA tidak menyimpulkan bahwa ancaman tersebut telah terbukti terjadi, tidak menyebut siapa yang diduga mengancam Pedro, dan tidak menghubungkan ancaman tersebut dengan individu atau kelompok tertentu.
Video yang menjadi sumber PUSTAHA hanya menunjukkan bahwa Pedro mengaku dirinya diancam.
Untuk membuktikan adanya ancaman, siapa pelakunya, apa motifnya, apakah sudah dilaporkan kepada kepolisian, dan bagaimana status penanganannya diperlukan bukti serta konfirmasi tambahan.
Ada Nama Gubernur Sumatera Utara dalam Percakapan
Nama Gubernur Sumatera Utara muncul beberapa kali dalam penyampaian Pedro.
Pedro mengatakan dirinya sebelumnya sudah berkomunikasi dengan gubernur mengenai narkoba dan perjudian di Kabupaten Karo.
Pada bagian akhir percakapan ia juga menyampaikan klaim bahwa sampai saat itu keluhannya belum ditanggapi.
Bagian ini harus dibaca secara hati-hati.
Itu adalah versi Pedro Ginting sebagaimana terdengar dalam video.
PUSTAHA belum memperoleh keterangan dari Gubernur Sumatera Utara, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, maupun pihak terkait mengenai komunikasi yang dimaksud Pedro.
Karena itu artikel ini tidak menyimpulkan bahwa gubernur mengabaikan laporan tersebut.
Belum adanya tanggapan menurut seorang warga dan terbuktinya pemerintah mengabaikan laporan adalah dua pernyataan yang berbeda.
Yang pertama dapat kita atribusikan kepada orang yang mengatakannya.
Yang kedua membutuhkan pembuktian.
Hubungan Keluarga dan Pemerintahan Bertemu dalam Kunjungan Ini
Ada sisi lain yang membuat kehadiran Gibran dan Gubernur Sumatera Utara menarik secara politik dan pemerintahan.
Gibran Rakabuming Raka adalah Wakil Presiden Republik Indonesia.
Sementara Bobby Nasution merupakan Gubernur Sumatera Utara.
Di luar struktur pemerintahan, keduanya juga mempunyai hubungan keluarga: Bobby menikah dengan Kahiyang Ayu, adik Gibran.
Dengan demikian, terdapat dua hubungan berbeda yang tidak boleh dicampuradukkan.
Dalam keluarga, Gibran dan Bobby adalah kakak-adik ipar.
Dalam pemerintahan, mereka memegang jabatan publik yang berbeda: Gibran berada di pemerintahan pusat sebagai Wakil Presiden, sementara Bobby memimpin Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sebagai gubernur.
Dalam pemberitaan mengenai persoalan masyarakat, yang relevan bagi publik bukan hubungan keluarganya, melainkan tanggung jawab institusional masing-masing jabatan.
Dan justru di hadapan Wakil Presiden itulah seorang warga menyebut bahwa persoalan yang sedang disampaikannya sebelumnya juga telah dibicarakan dengan gubernur.
“Darurat” adalah Pernyataan Pedro, Bukan Kesimpulan PUSTAHA
Kata “darurat” mempunyai bobot besar.
Pedro menggunakannya secara langsung:
“Kabupaten Karo darurat narkoba dan judi.”
PUSTAHA mempertahankan pernyataan tersebut karena itulah yang disampaikan narasumber.
Tetapi PUSTAHA tidak mengubahnya menjadi kesimpulan redaksi bahwa Kabupaten Karo secara resmi berada dalam keadaan darurat narkoba dan perjudian.
Untuk membuat kesimpulan mengenai skala persoalan dibutuhkan data.
Misalnya:
jumlah perkara narkotika;
jumlah tersangka;
barang bukti;
prevalensi penyalahgunaan narkotika;
jumlah pengungkapan perjudian;
perbandingan dengan tahun sebelumnya;
perbandingan dengan daerah lain;
serta keterangan dari Polres Tanah Karo, Polda Sumatera Utara, BNN, pemerintah daerah, atau lembaga berwenang lainnya.
Tanpa data tersebut, istilah “darurat” dalam artikel ini tetap berada pada tempat asalnya:
pernyataan Pedro Ginting.
Tetapi Pernyataan Warga Tetap Layak Didengar
Kehati-hatian jurnalistik tidak berarti suara warga harus diabaikan.
Justru sebaliknya.
Ketika seorang warga memperoleh kesempatan berbicara langsung kepada Wakil Presiden dan menggunakan kesempatan itu untuk membicarakan narkoba, perjudian, tata kelola MBG, bahkan ancaman terhadap dirinya, percakapan tersebut memiliki nilai kepentingan publik.
Tugas media bukan langsung menyatakan seluruh perkataan itu benar.
Tugas pertama adalah mencatat dengan tepat apa yang dikatakan.
Setelah itu muncul tugas berikutnya:
memeriksa.
Apakah angka perkara narkoba di Kabupaten Karo memang meningkat?
Bagaimana data kepolisian dan BNN?
Bagaimana kondisi perjudian?
Apakah Pedro pernah membuat laporan resmi?
Apa bentuk komunikasi yang menurutnya telah dilakukan dengan gubernur?
Apakah Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah memberikan respons?
Apakah pengakuan ancaman telah dilaporkan kepada aparat?
Dan bagaimana tindak lanjut setelah Gibran mendengar langsung keluhan tersebut?
Pertanyaan-pertanyaan itu tidak perlu dijawab dengan spekulasi.
Jawabannya harus dicari melalui dokumen, data, dan pihak yang mempunyai kewenangan.
MBG: Dukungan Tidak Menghapus Kritik
Ada bagian lain dari percakapan tersebut yang patut dicatat.
Pedro tidak mengatakan MBG harus dihentikan.
Ia justru menyampaikan dukungan terhadap program tersebut.
Permintaannya diarahkan kepada cara pelaksanaan dan tata kelola.
Perbedaan ini penting dalam perdebatan publik.
Evaluasi sebuah program tidak selalu berarti penolakan terhadap program.
Jika sebuah kebijakan mempunyai tujuan yang dinilai baik tetapi dalam pelaksanaannya ditemukan persoalan, evaluasi justru merupakan bagian dari mekanisme pemerintahan.
Dalam video, respons Gibran juga tidak terdengar defensif terhadap permintaan tersebut.
Ia mengatakan akan melakukan evaluasi total.
Apa bentuk evaluasi itu, apa saja yang akan diperiksa, dan perubahan apa yang kemudian dilakukan tentu harus dilihat melalui kebijakan dan tindakan pemerintah setelahnya.
Satu Percakapan, Tiga Persoalan
Jika percakapan Pedro dan Gibran diringkas, setidaknya terdapat tiga persoalan besar.
Pertama, narkoba dan perjudian.
Pedro menggambarkan keduanya sebagai persoalan sangat serius di Kabupaten Karo dan menggunakan istilah “darurat”.
Kedua, keamanan orang yang menyuarakan persoalan tersebut.
Pedro mengaku mendapat ancaman dan bahkan mengatakan dirinya hendak dibunuh.
Ketiga, tata kelola MBG.
Pedro menyatakan dukungan terhadap program tetapi meminta pelaksanaannya diperbaiki. Gibran menjawab bahwa evaluasi total akan dilakukan.
Ketiga persoalan itu mempunyai jalur penyelesaian yang berbeda.
Narkoba dan perjudian berkaitan erat dengan penegakan hukum serta pencegahan.
Ancaman terhadap seseorang membutuhkan pemeriksaan aparat apabila dilaporkan.
Sedangkan tata kelola MBG berkaitan dengan administrasi, pengawasan, keamanan pangan, pelaksanaan program, serta evaluasi pemerintah.
Menyatukan semuanya menjadi satu slogan justru dapat menghilangkan persoalan yang sebenarnya harus diperiksa satu per satu.
Yang Perlu Terjadi Setelah Kamera Berhenti Merekam
Video dapat membuat sebuah keluhan terdengar oleh banyak orang.
Tetapi viral bukanlah penyelesaian.
Setelah kamera berhenti merekam, ukuran yang lebih penting adalah tindak lanjut.
Jika laporan mengenai narkoba dan perjudian mempunyai dasar, aparat berwenang perlu menanganinya sesuai hukum.
Jika Pedro benar-benar menerima ancaman, keselamatan dan proses hukumnya perlu mendapat perhatian.
Jika tata kelola MBG mempunyai persoalan, evaluasi yang dijanjikan harus dapat dilihat melalui perbaikan nyata.
Dan apabila klaim tertentu ternyata tidak sesuai dengan data, hal itu juga harus dijelaskan secara terbuka.
Dengan cara itulah sebuah percakapan warga dengan pejabat negara berubah dari sekadar potongan video menjadi proses pertanggungjawaban publik.
Catatan PUSTAHA
Artikel ini disusun berdasarkan video dari akun TikTok @rempulima yang ditonton dan ditelusuri PUSTAHA pada Jumat, 11 September 2026 pukul 13.58 WIB.
PUSTAHA menuliskan nama Pedro Ginting berdasarkan cara narasumber memperkenalkan dirinya dalam percakapan sebagaimana ditranskripsikan dari video.
Pernyataan mengenai Kabupaten Karo sebagai “darurat narkoba dan judi”, pengakuan adanya ancaman pembunuhan, komunikasi dengan Gubernur Sumatera Utara, serta klaim bahwa keluhannya belum ditanggapi merupakan pernyataan Pedro Ginting.
PUSTAHA tidak menyatakan tuduhan atau pengakuan tersebut telah terbukti secara independen.
Respons Gibran mengenai tindak lanjut serta evaluasi MBG dituliskan berdasarkan percakapan yang terdengar dalam video. Bagian yang tidak cukup jelas untuk ditranskripsikan secara verbatim dijelaskan sebagai substansi percakapan dan tidak ditempatkan sebagai kutipan langsung.
Artikel ini terbuka untuk diperbarui apabila terdapat keterangan resmi dari Pedro Ginting, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Pemerintah Kabupaten Karo, Kepolisian Negara Republik Indonesia, BNN, pihak penyelenggara MBG, maupun instansi terkait lainnya.
Sumber & Referensi
-
TikTok — @rempulima. Video dialog seorang warga yang memperkenalkan diri sebagai Pedro Ginting dengan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka. Percakapan membahas narkoba dan perjudian di Kabupaten Karo, pengakuan ancaman, komunikasi dengan Gubernur Sumatera Utara, serta tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Diakses dan ditonton PUSTAHA pada Jumat, 11 September 2026 pukul 13.58 WIB.
-
Laporan mengenai kunjungan Wakil Presiden RI ke Sumatera Utara, 10 September 2026. Digunakan sebagai konteks tambahan mengenai keberadaan Gibran di Kabupaten Karo/Berastagi dan agenda terkait kondisi korban insiden MBG. Informasi konteks ini terpisah dari sumber utama percakapan Pedro Ginting.
Ditulis oleh Armando
Diterbitkan oleh PUSTAHA
PUSTAHA — INGAT · TULIS · RILIS

