AfD Menang dan Viral di Jerman: Apa yang Sebenarnya Terjadi dan Mengapa Dunia Memperhatikannya?
Memahami Alternative für Deutschland (AfD) dari istilah asli politik Jerman, sistem negara federal, pemilu dan pembentukan pemerintahan, alasan meningkatnya dukungan pemilih, hingga apa yang benar-benar dapat berubah jika AfD memperoleh kekuasaan.
Ketika AfD Menang, Apa yang Sebenarnya Terjadi di Jerman?
Nama Alternative für Deutschland (AfD) kembali memenuhi pemberitaan dan media sosial setelah partai tersebut mencatat kemenangan besar dalam pemilihan negara bagian Sachsen-Anhalt pada 6 September 2026.
Potongan video, pidato, angka hasil pemilu, komentar tentang imigrasi, hingga perdebatan mengenai masa depan politik Jerman menyebar jauh melampaui negara itu.
Namun ada persoalan mendasar ketika berita tersebut sampai kepada pembaca di Indonesia.
Apa sebenarnya yang dimenangkan AfD?
Apakah AfD sekarang memerintah Jerman?
Apakah kemenangan pemilu berarti AfD otomatis berkuasa?
Apa itu Landtag?
Apa bedanya Bundestag dan Bundesrat?
Siapa sebenarnya yang memilih kanselir Jerman?
Mengapa istilah Brandmauer terus muncul ketika orang membicarakan AfD?
Dan mengapa kemenangan di sebuah negara bagian dapat menimbulkan perdebatan sampai ke tingkat Eropa?
Untuk menjawabnya, kita tidak bisa memulai dari AfD.
Kita harus terlebih dahulu memahami bagaimana Jerman bekerja sebagai sebuah negara.
1. Bundesrepublik Deutschland: Republik Federal Jerman
Nama resmi Jerman adalah:
Bundesrepublik Deutschland
Dalam bahasa Indonesia:
Republik Federal Jerman.
Kata yang sangat penting di sini adalah Bundesrepublik.
Jerman bukan negara kesatuan seperti Indonesia.
Jerman adalah Bundesstaat, yaitu negara federal.
Deutscher Bundestag menjelaskan:
“Die Bundesrepublik Deutschland ist ein Bundesstaat ...”
Artinya secara ringkas:
Republik Federal Jerman adalah sebuah negara federal.
Jerman terdiri atas 16 Länder, atau 16 negara bagian.
Dalam sistem federal tersebut terdapat dua lapisan kekuasaan yang harus dibedakan:
Bund = federasi/pemerintah tingkat nasional.
Länder = negara-negara bagian.
Menurut Bundestag, baik Bund maupun Länder memiliki kekuasaan negara dan kewenangan masing-masing yang ditentukan secara konstitusional.
Kalau dibandingkan dengan Indonesia
Untuk mempermudah membayangkannya:
Bund dapat dibayangkan sebagai tingkat pemerintahan nasional Indonesia.
Sedangkan Land sekilas dapat dibayangkan seperti sebuah provinsi.
Tetapi perbandingan itu berhenti sampai di sana.
Land bukan provinsi dalam pengertian Indonesia.
Indonesia berdasarkan UUD 1945 adalah negara kesatuan, sedangkan Jerman adalah negara federal.
Negara bagian Jerman mempunyai konstitusi negara bagian, parlemen, pemerintahan, dan kewenangan konstitusionalnya sendiri.
Bundestag bahkan menjelaskan prinsip dasarnya dengan istilah:
Föderalismus
atau:
federalisme.
Dalam Föderalismus, tugas-tugas kenegaraan dibagi antara Bund dan Länder.
Karena itulah kemenangan sebuah partai di satu Land penting, tetapi tidak sama dengan memenangkan pemerintahan seluruh Jerman.
Ini merupakan kunci pertama memahami kemenangan AfD.
2. Grundgesetz: Fondasi Negara Jerman
Istilah berikutnya:
Grundgesetz
Secara harfiah dapat diterjemahkan sebagai Hukum Dasar.
Dalam praktik ketatanegaraan, Grundgesetz für die Bundesrepublik Deutschland merupakan konstitusi Republik Federal Jerman.
Bundestag menjelaskannya secara langsung:
“Das Grundgesetz (GG) ist die Verfassung für die Bundesrepublik Deutschland.”
Artinya:
Grundgesetz adalah konstitusi Republik Federal Jerman.
Grundgesetz ditetapkan pada 1949 dan mengatur antara lain hak-hak dasar, struktur negara, hubungan antara Bund dan Länder, Bundestag, Bundesrat, Bundesregierung, Bundespräsident, Bundeskanzler, serta berbagai prinsip fundamental negara Jerman.
Mengapa ini penting dalam pembicaraan tentang AfD?
Karena sebuah kemenangan pemilu tidak memberikan kekuasaan tanpa batas kepada pemenangnya.
Partai politik, parlemen, kepala pemerintahan dan lembaga negara tetap bergerak di dalam sistem konstitusional.
Dengan kata lain:
menang pemilu bukan berarti memperoleh cek kosong untuk melakukan apa saja.
3. Bundestag: Parlemen Federal yang Dipilih Rakyat
Sekarang masuk ke istilah yang sering muncul dalam berita:
Deutscher Bundestag.
Bundestag merupakan parlemen pada tingkat federal.
Bundestag menjelaskan bahwa lembaga ini dipilih oleh rakyat dan menjadi tempat berbagai pandangan politik diperdebatkan.
Tugas utamanya antara lain:
- membuat undang-undang federal;
- mengawasi pekerjaan pemerintah federal;
- memutuskan anggaran federal;
- terlibat dalam keputusan mengenai pengerahan Bundeswehr ke luar negeri;
- dan memilih Bundeskanzler atau kanselir.
Kalau dibandingkan dengan Indonesia
Agar mudah dibayangkan, Bundestag paling dekat dengan konsep DPR tingkat nasional.
Namun sekali lagi:
Bundestag bukan DPR Indonesia.
Cara pembentukan pemerintahan Jerman berbeda.
Perbedaan paling mudah terlihat pada pertanyaan:
Siapa memilih kepala pemerintahannya?
Di Indonesia, presiden dipilih langsung oleh rakyat.
Di Jerman, rakyat memilih anggota Bundestag. Kemudian Bundestag memilih Bundeskanzler melalui mekanisme konstitusional.
Jadi orang Jerman tidak pergi ke TPS dan secara langsung mencoblos seseorang menjadi kanselir sebagaimana pemilih Indonesia mencoblos calon presiden.
4. Bundeskanzler: Kanselir, Kepala Pemerintahan Jerman
Bundeskanzler berarti kanselir federal.
Inilah kepala pemerintahan Jerman.
Pada September 2026, jabatan tersebut dipegang Friedrich Merz.
Pasal 63 Grundgesetz menyatakan:
“Der Bundeskanzler wird ... vom Bundestage ... gewählt.”
Intinya:
Bundeskanzler dipilih oleh Bundestag, berdasarkan prosedur yang dimulai dengan usulan Bundespräsident.
Untuk terpilih pada tahap utama, kandidat membutuhkan mayoritas anggota Bundestag.
Di sinilah kita menemukan istilah penting lainnya:
absolute Mehrheit
yang berarti:
mayoritas absolut.
Jadi ketika masyarakat Indonesia membaca berita bahwa sebuah partai menjadi pemenang pemilu Jerman, jangan otomatis membayangkan mekanisme pemilihan presiden Indonesia.
Dalam demokrasi parlementer Jerman, komposisi parlemen menentukan siapa yang mampu membentuk mayoritas pemerintahan.
5. Bundesregierung: Pemerintah Federal Jerman
Istilah berikutnya adalah:
Bundesregierung.
Secara sederhana:
Pemerintah Federal Jerman.
Grundgesetz menyatakan bahwa Bundesregierung terdiri atas:
Bundeskanzler dan Bundesminister.
Atau:
kanselir dan para menteri federal.
Kalau disederhanakan untuk pembaca Indonesia:
Bundesregierung ≈ pemerintah pusat/kabinet nasional.
Namun kepala pemerintahannya adalah kanselir, bukan presiden.
Jerman juga mempunyai Bundespräsident, atau Presiden Federal, tetapi struktur kekuasaan dan perannya berbeda dari Presiden Republik Indonesia.
Karena itu jangan menerjemahkan Bundeskanzler sebagai “presiden Jerman”.
Itu keliru.
6. Bundesrat: Bukan “Senat” dalam Pengertian Sederhana
Jerman mempunyai lembaga penting lainnya:
Bundesrat.
Bundesrat merupakan lembaga tempat Länder ikut berperan dalam legislasi dan administrasi federal serta urusan Uni Eropa.
Grundgesetz Pasal 50 berbunyi:
“Durch den Bundesrat wirken die Länder ... mit.”
Intinya:
melalui Bundesrat, negara-negara bagian ikut berpartisipasi dalam urusan federal tertentu.
Anggotanya berasal dari pemerintahan Länder.
Ini penting karena menunjukkan sesuatu yang sering hilang dari penjelasan singkat tentang politik Jerman:
kekuasaan negara bagian tidak berhenti di negara bagian.
Pemerintahan sebuah Land juga dapat mempunyai pengaruh terhadap politik federal melalui Bundesrat.
Karena itu kemenangan besar sebuah partai di tingkat Land dapat mempunyai arti politik yang lebih luas daripada sekadar “pemilu daerah”.
7. Land: Negara Bagian, Bukan Sekadar Provinsi
Sekarang kita sampai pada tempat kemenangan AfD terjadi:
Sachsen-Anhalt.
Sachsen-Anhalt adalah salah satu dari 16 Länder Jerman.
Dalam bahasa Indonesia biasa disebut:
negara bagian Sachsen-Anhalt.
Jangan menyebutnya negara merdeka.
Tetapi jangan pula menganggapnya sama dengan provinsi Indonesia.
Sebuah Land mempunyai institusi politik dan kewenangan konstitusional sendiri.
Di sinilah istilah berikutnya muncul.
8. Landtag: Parlemen Negara Bagian
Landtag adalah parlemen sebuah Land.
Jadi:
Landtag von Sachsen-Anhalt
berarti:
Parlemen Negara Bagian Sachsen-Anhalt.
Kalau ingin memberikan gambaran kepada pembaca Indonesia:
Landtag ≈ DPRD tingkat provinsi.
Tetapi tanda “≈” sangat penting.
Landtag bukan DPRD.
Karena negara bagian dalam federasi Jerman mempunyai kedudukan konstitusional dan kewenangan yang tidak identik dengan provinsi dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Maka ketika diberitakan:
Landtagswahl in Sachsen-Anhalt
artinya:
pemilihan parlemen negara bagian Sachsen-Anhalt.
Bukan pemilu federal Jerman.
9. Jadi, Pemilu Apa yang Dimenangkan AfD?
Inilah bagian yang paling penting untuk meluruskan narasi viral.
Pada 6 September 2026, warga Sachsen-Anhalt memilih anggota Landtag ke-9.
Badan Statistik Negara Bagian Sachsen-Anhalt secara resmi menyebut pemilu tersebut:
“Wahl des 9. Landtages von Sachsen-Anhalt am 6. September 2026.”
Artinya:
Pemilihan Landtag Sachsen-Anhalt ke-9 pada 6 September 2026.
AfD keluar sebagai kekuatan terbesar.
Reuters melaporkan AfD memperoleh sekitar 44 persen suara dan 39 dari 83 kursi.
Itu kemenangan yang sangat besar.
Tetapi kalimat berikut harus dicetak tebal dalam kepala kita:
AfD tidak memenangkan pemerintahan federal Jerman pada 6 September 2026.
AfD memenangkan pemilihan parlemen negara bagian Sachsen-Anhalt.
Friedrich Merz tetap menjadi Bundeskanzler.
Bundestag tidak berubah menjadi parlemen yang dikuasai AfD akibat pemilu Sachsen-Anhalt.
Bundesregierung juga tidak otomatis menjadi pemerintahan AfD.
10. 39 dari 83 Kursi: Menang, tetapi Mengapa Belum Otomatis Berkuasa?
Bayangkan sebuah ruangan mempunyai 83 kursi.
Setelah pemilu, AfD menguasai 39 kursi.
Itu membuat AfD menjadi kelompok terbesar.
Tetapi setengah dari 83 adalah 41,5.
Maka untuk mempunyai mayoritas lebih dari separuh, dibutuhkan sedikitnya:
42 kursi.
AfD mempunyai:
39.
Kekurangan:
3 kursi untuk mayoritas absolut.
Inilah perbedaan antara:
stärkste Partei — partai terkuat/terbesar,
dan
absolute Mehrheit — mayoritas absolut.
Sebuah partai dapat menjadi nomor satu tetapi belum mempunyai cukup kursi untuk mengendalikan parlemen sendirian.
11. Koalition: Mengapa Partai yang Menang Bisa Tidak Memerintah?
Kata Jerman berikutnya sangat penting:
Koalition
atau:
koalisi.
Dalam sistem multipartai, apabila tidak ada satu partai yang mempunyai mayoritas sendiri, beberapa partai dapat bekerja sama untuk membentuk mayoritas pemerintahan.
Misalkan secara sederhana:
Partai A = 39 kursi Partai B = 20 kursi Partai C = 15 kursi Partai D = 9 kursi
Partai A adalah pemenang.
Tetapi B + C + D = 44.
Jika B, C dan D mampu membentuk koalisi yang sah dan solid, mereka mempunyai mayoritas sementara Partai A tidak.
Dengan demikian:
partai terbesar tidak selalu menjadi partai yang memimpin pemerintahan.
Inilah salah satu alasan mengapa berita “AfD menang” harus dibaca lebih hati-hati.
12. Ministerpräsident: Siapa yang Akan Memimpin Sachsen-Anhalt?
Kepala pemerintahan sebuah Land biasanya disebut:
Ministerpräsident
atau untuk perempuan:
Ministerpräsidentin.
Untuk memudahkan pembaca Indonesia, posisinya sekilas dapat dibandingkan dengan gubernur.
Tetapi sekali lagi:
Ministerpräsident bukan gubernur Indonesia.
Ia merupakan kepala pemerintahan sebuah negara bagian dalam sistem federal dan lahir dari mekanisme parlementer negara bagian.
Tokoh utama AfD di Sachsen-Anhalt dalam pemilu 2026 adalah Ulrich Siegmund.
Kemenangan AfD membuat pertanyaan politik besar muncul:
bisakah Siegmund memperoleh dukungan yang diperlukan untuk menjadi Ministerpräsident?
Jawabannya tidak otomatis “ya” hanya karena AfD memperoleh suara terbanyak.
Di sinilah kita bertemu istilah yang sekarang sangat terkenal.
13. Brandmauer: “Tembok Api” Politik terhadap AfD
Brandmauer secara harfiah berarti:
dinding tahan api atau firewall.
Dalam politik Jerman kontemporer, istilah tersebut digunakan sebagai metafora untuk menggambarkan garis pembatas politik terhadap kerja sama dengan AfD.
Partai-partai arus utama, khususnya CDU, selama ini menolak koalisi dengan AfD.
Maka kemenangan AfD menimbulkan paradoks politik:
AfD memperoleh suara paling banyak.
Tetapi partai-partai lain dapat tetap menolak bekerja sama dengannya.
Reuters melaporkan bahwa setelah kemenangan Sachsen-Anhalt, Friedrich Merz kembali menegaskan penolakan kerja sama CDU dengan AfD.
Maka pertanyaannya bukan hanya:
“Siapa memenangkan pemilu?”
Pertanyaannya juga:
“Siapa mampu membentuk mayoritas yang dapat memerintah?”
Itulah perbedaan antara kemenangan elektoral dan kekuasaan eksekutif.
14. Sebenarnya Apa Itu AfD?
Nama lengkapnya:
Alternative für Deutschland.
Terjemahan sederhananya:
Alternatif untuk Jerman.
AfD didirikan pada 2013.
Menariknya, isu utama AfD pada awal kelahirannya bukan seperti citra yang paling sering dilekatkan kepadanya sekarang.
Bundeszentrale für politische Bildung atau bpb—lembaga pendidikan politik federal Jerman—menjelaskan bahwa AfD muncul dalam konteks krisis utang dan mata uang Eropa.
Pada fase awal, AfD dikenal terutama sebagai partai:
eurokritisch
atau:
kritis terhadap euro.
Pada tahun-tahun berikutnya, fokus politiknya semakin bergeser menuju isu suaka, migrasi, identitas nasional dan tema-tema lainnya.
bpb menggambarkan perkembangan AfD dari partai liberal-konservatif menjadi partai yang kemudian mempunyai spektrum populis kanan hingga ekstrem kanan.
Sejak 2017 AfD telah berada di Bundestag.
Jadi AfD bukan fenomena yang muncul mendadak pada September 2026.
Kemenangan Sachsen-Anhalt adalah hasil dari perjalanan politik lebih dari satu dekade.
15. Mengapa AfD Sering Disebut “Far Right”?
Dalam pemberitaan internasional, AfD sangat sering disebut:
far-right
atau dalam bahasa Jerman:
rechtsextrem, rechtsaußen, atau istilah lain bergantung pada konteks dan sumber yang menggunakannya.
Di sinilah PUSTAHA perlu berhati-hati.
Istilah tersebut tidak sebaiknya dilemparkan tanpa atribusi seolah-olah merupakan slogan.
Kita perlu membedakan:
konservatif, kanan, populis kanan, kanan radikal, dan ekstrem kanan.
Itu bukan istilah yang selalu identik.
Karena itu ketika sebuah media, ilmuwan politik atau lembaga negara Jerman mengklasifikasikan AfD atau bagian tertentu dari AfD, pembaca perlu mengetahui siapa yang memberikan klasifikasi tersebut dan berdasarkan konteks apa.
AfD sendiri menolak berbagai tuduhan ekstremisme yang diarahkan kepadanya.
Dengan cara ini pembaca memperoleh informasi, bukan sekadar label.
16. Mengapa AfD Bisa Tumbuh Begitu Besar?
Tidak ada satu jawaban tunggal.
Mengatakan bahwa seluruh pemilih AfD memilih karena satu alasan akan terlalu menyederhanakan jutaan keputusan politik individual.
Tetapi sejumlah faktor terus muncul.
Migrasi
AfD menjadikan migrasi dan kebijakan suaka sebagai salah satu tema politik utamanya.
Partai tersebut menginginkan kebijakan yang jauh lebih ketat terhadap orang yang menurut hukum tidak mempunyai hak tinggal di Jerman.
Pendukungnya melihat posisi tersebut sebagai usaha mengendalikan perbatasan dan menegakkan aturan imigrasi.
Lawan politik dan kelompok masyarakat sipil mengkhawatirkan dampaknya terhadap migran, pencari suaka dan masyarakat dengan latar belakang migrasi.
Dua perspektif tersebut harus dibedakan dengan jelas.
Ekonomi dan biaya hidup
Kemenangan AfD juga terjadi dalam konteks ketidakpuasan terhadap ekonomi, biaya hidup dan pemerintahan federal.
Reuters melaporkan ketidakpuasan terhadap pemerintahan Merz sangat tinggi di antara pemilih Sachsen-Anhalt.
Persoalan ekonomi menjadi semakin sensitif karena wilayah timur Jerman mempunyai pengalaman sejarah dan transformasi ekonomi yang berbeda setelah reunifikasi.
Ketidakpuasan terhadap partai mapan
Sebagian dukungan AfD juga merupakan bentuk suara protes terhadap partai-partai yang telah lama mendominasi politik Jerman.
Dalam konteks seperti ini, nama Alternative für Deutschland sendiri mempunyai kekuatan pesan:
kami menawarkan alternatif.
Apakah alternatif tersebut dianggap solusi atau justru risiko, tentu menjadi pusat pertarungan politik Jerman.
17. Jerman Timur: Mengapa Penting?
Sachsen-Anhalt berada di wilayah bekas Deutsche Demokratische Republik (DDR) atau Jerman Timur.
Jerman bersatu kembali pada 1990.
Tetapi reunifikasi politik tidak membuat seluruh perbedaan ekonomi, demografi, pengalaman sosial dan identitas regional hilang dalam semalam.
Lebih dari tiga dekade kemudian, pembelahan timur-barat masih relevan dalam sejumlah indikator dan perilaku politik.
AfD telah membangun kekuatan yang sangat besar di sejumlah wilayah timur.
Namun menyimpulkan bahwa “orang Jerman Timur adalah AfD” juga keliru.
Tidak semua warga timur memilih AfD.
Yang penting adalah melihat pola dukungan, bukan mengubah jutaan orang menjadi satu stereotip.
18. Mengapa AfD Sangat Viral di TikTok?
Di sinilah fenomenanya menjadi sangat menarik.
AfD bukan hanya kuat di kotak suara.
Mereka sangat kuat dalam ekosistem media sosial.
ZDF pada 3 September 2026 menyebut AfD sebagai partai yang secara signifikan paling kuat di media sosial dibandingkan partai-partai besar lainnya.
Contoh paling mencolok adalah Ulrich Siegmund.
Menjelang pemilu Sachsen-Anhalt, ZDF mencatat Siegmund mempunyai lebih dari 800.000 pengikut TikTok.
Sementara pesaing CDU-nya, Sven Schulze, ketika itu bahkan belum mencapai 5.000 pengikut.
Perbedaannya luar biasa.
Tetapi jumlah pengikut bukan satu-satunya penjelasan.
Format komunikasi AfD sangat cocok dengan mekanisme media sosial modern:
pesan pendek;
pernyataan tegas;
isu yang memicu emosi;
potongan pidato;
konflik politik;
kritik terhadap pemerintah;
identitas;
migrasi;
dan figur politik yang berbicara langsung ke kamera.
Semua itu mudah dipotong menjadi video puluhan detik.
19. Viral Tidak Sama dengan Mayoritas Penduduk
Ini harus dibedakan.
Algoritma TikTok tidak bekerja seperti pemilu.
Dalam pemilu:
satu suara dihitung sebagai satu suara.
Dalam media sosial:
sebuah video dapat dilihat berulang kali, dikomentari, dibagikan, diperdebatkan bahkan oleh orang yang membencinya.
Karena itu:
1 juta views bukan berarti 1 juta pemilih AfD.
Begitu pula:
800.000 followers bukan berarti 800.000 suara.
Namun media sosial memberikan sesuatu yang sangat berharga dalam politik:
perhatian.
Dan perhatian dapat membuka pintu menuju pengenalan, pengulangan pesan, mobilisasi pendukung dan pembentukan agenda percakapan.
20. Mengapa AfD Juga Viral di Luar Jerman?
Politik Jerman tidak berdiri sendiri.
Jerman merupakan ekonomi terbesar di Eropa dan salah satu kekuatan utama Uni Eropa.
Maka perubahan besar dalam politik Jerman akan diperhatikan oleh:
Brussels,
Paris,
Warsawa,
Washington,
Moskow,
Kyiv,
pasar keuangan,
perusahaan multinasional,
dan negara-negara mitra dagang.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahkan ikut mengomentari kemenangan AfD di Sachsen-Anhalt dan mengaitkannya dengan isu imigrasi.
Pemerintah Jerman merespons dengan menegaskan keberatan terhadap campur tangan atau komentar eksternal mengenai politik domestiknya.
Artinya kemenangan sebuah pemilu negara bagian telah berubah menjadi pembicaraan geopolitik.
21. Apa yang Sebenarnya Ditawarkan AfD?
Untuk memahami partai politik secara adil, kita tidak cukup membaca apa yang dikatakan lawannya.
Kita juga harus membaca program AfD sendiri.
Dalam Grundsatzprogramm atau program dasarnya, AfD membahas antara lain:
kedaulatan nasional;
Uni Eropa;
euro;
migrasi;
keluarga;
pendidikan;
energi;
keamanan;
NATO;
hubungan dengan Rusia;
dan struktur pemerintahan.
AfD menyatakan kebijakan luar negeri harus mengutamakan kepentingan Jerman.
Mengenai NATO, program dasarnya menyatakan keanggotaan NATO sesuai dengan kepentingan keamanan Jerman selama NATO berfungsi sebagai aliansi pertahanan.
Program tersebut juga menyerukan hubungan yang lebih baik dengan Rusia.
Namun program nasional sebuah partai harus dibedakan dari apa yang secara hukum dapat dilakukan pemerintahan sebuah Land.
Ini membawa kita kembali ke Sachsen-Anhalt.
22. Kalau AfD Memimpin Sachsen-Anhalt, Apa yang Ingin Mereka Lakukan?
Ulrich Siegmund telah menguraikan agenda awal pemerintahannya.
Reuters menelaah rencana tersebut setelah pemilu.
Beberapa bidang yang menjadi perhatian antara lain:
Migrasi
Siegmund menginginkan percepatan deportasi bagi orang yang tidak mempunyai hak tinggal secara hukum.
AfD juga mengusulkan perubahan penanganan pencari suaka dan kewajiban kerja tertentu.
Pendidikan
Salah satu gagasannya menyangkut pengaturan pendidikan bagi anak pengungsi tertentu yang diperkirakan tidak akan tinggal permanen di Jerman.
Penyiaran publik
AfD ingin mengubah sistem penyiaran publik dan pendanaannya.
Ini merupakan isu besar karena sistem media publik Jerman mempunyai struktur lintas negara bagian.
Struktur pemerintahan
Ada pula rencana mengurangi dan menggabungkan kementerian.
Identitas nasional
Agenda AfD menekankan kebanggaan nasional Jerman secara lebih terbuka.
Bagi pendukungnya, hal tersebut merupakan pemulihan rasa percaya diri nasional.
Bagi para pengkritiknya, sebagian bahasa dan agenda identitas AfD menimbulkan kekhawatiran karena sejarah Jerman abad ke-20.
Perdebatan itulah yang membuat isu ini sangat sensitif.
23. Kalau AfD Memimpin Sachsen-Anhalt, Bisakah Mereka Mengubah Seluruh Kebijakan Imigrasi Jerman?
Tidak.
Pemerintahan Sachsen-Anhalt bukan Bundesregierung.
Ada pembagian kewenangan antara Bund dan Länder.
Sebuah pemerintah Land dapat mempunyai ruang kebijakan dan tanggung jawab administratif tertentu.
Tetapi ia tidak bisa begitu saja mengambil alih kewenangan federal.
Karena itu ketika AfD menjanjikan sebuah kebijakan, pertanyaan berikutnya harus selalu:
Apakah kewenangan tersebut berada di tingkat Land atau Bund?
Ini jauh lebih informatif daripada sekadar membaca slogan kampanye.
24. Bisakah AfD Sachsen-Anhalt Mengeluarkan Jerman dari Uni Eropa?
Tidak.
Sachsen-Anhalt tidak mempunyai kewenangan untuk secara sepihak mengeluarkan Republik Federal Jerman dari Uni Eropa.
Itu bukan keputusan yang dapat diambil seorang Ministerpräsident sebuah Land.
Begitu juga dengan euro, NATO dan kebijakan luar negeri nasional.
Maka kemenangan Sachsen-Anhalt tidak berarti:
“Jerman keluar dari EU.”
Tidak berarti:
“Jerman keluar dari NATO.”
Tidak berarti:
“Jerman kembali menggunakan Deutsche Mark.”
Dan tidak berarti:
“kebijakan luar negeri Jerman sekarang dikuasai AfD.”
Semua klaim seperti itu harus dibedakan dari kenyataan konstitusional.
25. Lalu Mengapa Kemenangan Sachsen-Anhalt Tetap Sangat Penting?
Karena politik bukan hanya soal apa yang bisa dilakukan hari ini.
Politik juga tentang:
momentum.
Kemenangan sebesar itu dapat menunjukkan bahwa gagasan yang sebelumnya berada di pinggir politik memperoleh dukungan jauh lebih luas.
AfD dapat menggunakan Sachsen-Anhalt sebagai bukti kepada pemilih nasional:
kami mampu menjadi nomor satu.
Lawan politiknya melihat pesan yang sama dari arah berlawanan:
kalau kami tidak mampu menjawab ketidakpuasan masyarakat, AfD dapat terus tumbuh.
Itulah sebabnya satu pemilu Land dapat mengguncang Berlin.
26. Dampak terhadap Friedrich Merz dan CDU
CDU merupakan partai Kanselir Friedrich Merz.
Kekalahan besar di Sachsen-Anhalt karena itu bukan sekadar masalah lokal.
Hasil tersebut menambah tekanan terhadap kepemimpinan Merz dan agenda reformasi pemerintah federal.
Reuters melaporkan kemenangan AfD memunculkan kembali perdebatan dalam koalisi pemerintahan mengenai reformasi ekonomi, pensiun, biaya hidup dan bagaimana pemerintah berkomunikasi dengan masyarakat.
Dengan kata lain:
AfD belum mengambil Bundesregierung.
Tetapi kemenangan AfD sudah memengaruhi percakapan Bundesregierung.
Itulah kekuatan kemenangan elektoral.
Partai tidak harus memegang kementerian untuk mengubah apa yang dibicarakan lawannya.
27. Dampak terhadap CDU: Pertanyaan tentang Brandmauer
CDU sekarang menghadapi persoalan strategis yang sangat sulit.
Jika CDU mempertahankan Brandmauer:
mereka menolak bekerja sama dengan AfD meskipun AfD menjadi partai terbesar.
Jika suatu hari CDU membuka kerja sama:
mereka akan mengubah salah satu garis politik paling penting yang selama ini membatasi AfD.
Kedua pilihan mempunyai konsekuensi.
Karena itulah kemenangan AfD bukan hanya kemenangan AfD.
Ia juga merupakan ujian terhadap strategi seluruh partai arus utama Jerman.
28. Dampak terhadap Migran
Ini salah satu dampak sosial yang paling langsung terasa.
Reuters melaporkan setelah kemenangan AfD bahwa sebagian warga berlatar migrasi di Sachsen-Anhalt mempertanyakan masa depan mereka di wilayah tersebut.
Di sisi lain, AfD mengatakan kebijakannya diarahkan terutama terhadap migrasi ilegal dan orang yang tidak mempunyai hak tinggal, bukan terhadap setiap orang asing.
Perbedaan antara kedua hal ini harus ditulis jelas.
Ada:
legale Migration — migrasi legal;
illegale Migration — migrasi ilegal;
Asyl — suaka;
Asylbewerber — pemohon suaka;
dan orang yang telah memperoleh kewarganegaraan Jerman.
Mencampurkan semuanya menjadi kata “imigran” dapat menghasilkan gambaran yang menyesatkan.
29. Remigration: Salah Satu Kata Paling Kontroversial
Istilah lain yang muncul dalam perdebatan adalah:
Remigration.
Secara umum istilah tersebut merujuk pada migrasi kembali atau pengembalian orang dari negara tempat mereka tinggal menuju negara asal atau negara lain.
Tetapi dalam politik Jerman kontemporer, kata tersebut menjadi sangat kontroversial karena perdebatan mengenai siapa yang sebenarnya dimaksud dan bagaimana kebijakan itu akan dilaksanakan.
Friedrich Merz pada September 2026 menuduh AfD membawa konsep tersebut menuju kebijakan pengusiran berdasarkan etnis.
AfD menolak tuduhan tersebut dan menyatakan kebijakannya berada dalam kerangka hukum serta menargetkan orang yang tidak mempunyai hak tinggal.
Karena kedua pihak memberikan interpretasi yang bertentangan, pembaca sebaiknya tidak diberikan satu klaim seolah-olah merupakan fakta final.
Yang faktual adalah:
terjadi pertarungan politik yang sangat keras mengenai arti, cakupan dan konsekuensi kebijakan remigration.
30. Dampak Ekonomi: Mengapa Dunia Usaha Memperhatikan?
Jerman mempunyai persoalan ekonomi struktural yang serius:
pertumbuhan;
daya saing industri;
energi;
tenaga kerja;
penuaan penduduk;
infrastruktur;
dan investasi.
Karena itu agenda AfD tidak hanya diperdebatkan sebagai persoalan identitas.
Presiden Bundesbank Joachim Nagel pada 10 September menyatakan kekhawatirannya mengenai naiknya kekuatan politik kanan jauh dan kemungkinan konsekuensinya terhadap investasi serta posisi ekonomi Jerman.
Kekhawatiran utamanya berkaitan dengan bagaimana investor menilai:
stabilitas politik;
hubungan Jerman dengan Uni Eropa;
ketersediaan tenaga kerja;
dan arah kebijakan ekonomi.
Tetapi penting ditegaskan:
ini adalah peringatan mengenai risiko, bukan bukti bahwa kemenangan AfD telah menyebabkan ekonomi Jerman runtuh.
Dampak ekonomi aktual harus diukur dengan data pada waktunya.
31. Tenaga Kerja: Dilema yang Tidak Sederhana
Jerman menghadapi penuaan penduduk dan kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor.
Karena itu perdebatan imigrasi mempunyai dua sisi yang sering bertabrakan:
kontrol migrasi dan keamanan
berhadapan dengan
kebutuhan tenaga kerja dan demografi.
AfD berpendapat Jerman harus lebih selektif dan tidak menggantungkan penyelesaian persoalan tenaga kerja pada migrasi dalam skala yang mereka tentang.
Para pengkritiknya memperingatkan kebijakan migrasi yang terlalu restriktif dapat menyulitkan perusahaan memperoleh pekerja.
Jawaban akhirnya tidak dapat diselesaikan dengan slogan.
Ia harus diuji melalui data ketenagakerjaan, demografi dan ekonomi.
32. Uni Eropa: Mengapa Brussels Memperhatikan AfD?
Jerman bukan anggota kecil Uni Eropa.
Jerman adalah salah satu pusat ekonomi dan politik Uni Eropa.
Karena itu apabila sebuah partai yang sangat kritis terhadap arah integrasi Eropa terus membesar, dampaknya berpotensi menjalar ke seluruh blok.
Perdebatan dapat menyentuh:
anggaran Uni Eropa;
migrasi;
kebijakan iklim;
perdagangan;
euro;
hubungan dengan Rusia;
Ukraina;
pertahanan;
dan tingkat kedaulatan yang seharusnya berada di tangan Brussels atau negara anggota.
Kemenangan Sachsen-Anhalt tidak mengubah semua itu hari ini.
Tetapi kemenangan tersebut memperbesar bobot politik pihak yang ingin mengubahnya.
33. Rusia dan Ukraina
AfD juga mempunyai posisi yang berbeda dari banyak partai arus utama Jerman mengenai hubungan dengan Rusia.
Dalam program dasarnya, AfD menyerukan hubungan yang lebih baik dengan Rusia.
Dalam perkembangan politik Eropa setelah perang Rusia-Ukraina, posisi seperti ini mempunyai konsekuensi geopolitik yang jauh lebih besar dibandingkan ketika program tersebut pertama kali dirumuskan.
Karena Jerman merupakan salah satu aktor utama Eropa, pertumbuhan AfD otomatis menimbulkan pertanyaan mengenai:
dukungan terhadap Ukraina;
sanksi terhadap Rusia;
keamanan Eropa;
dan masa depan hubungan Berlin-Moskow.
Namun sekali lagi:
kemenangan di Sachsen-Anhalt tidak memberi AfD kendali atas kebijakan luar negeri Jerman.
34. NATO: Apakah AfD Ingin Jerman Keluar?
Pertanyaan ini juga harus dijawab berdasarkan dokumen partai, bukan asumsi.
Dalam program dasarnya, AfD menyatakan keanggotaan NATO sesuai dengan kepentingan keamanan dan kebijakan luar negeri Jerman sepanjang NATO berfungsi sebagai aliansi pertahanan.
Pada saat yang sama, AfD mengkritik operasi tertentu di luar wilayah aliansi dan menyerukan penarikan pasukan serta senjata nuklir sekutu yang masih ditempatkan di Jerman.
Jadi menyederhanakan posisi itu menjadi satu kalimat “AfD anti-NATO” akan kehilangan detail penting.
PUSTAHA memilih membaca dokumennya terlebih dahulu.
35. Apakah AfD Sama dengan Nazi?
Ini pertanyaan sensitif tetapi penting karena sering muncul di media sosial.
Jawaban informatifnya:
AfD adalah partai yang didirikan pada 2013. Nazi Party atau NSDAP merupakan organisasi politik dari periode sejarah yang berbeda. Keduanya bukan organisasi yang sama.
Namun mengapa perbandingan dengan sejarah Nazi terus muncul?
Karena politik identitas nasional, migrasi, retorika sejumlah tokoh, perdebatan tentang sejarah Jerman dan klasifikasi ekstremisme terhadap unsur-unsur AfD membuat perbandingan sejarah menjadi bagian dari pertarungan politik.
Bagi Jerman, persoalan ini sangat sensitif karena pengalaman Nationalsozialismus, Holocaust dan Perang Dunia II.
Karena itu kritik terhadap AfD sering mempunyai intensitas yang mungkin sulit dipahami tanpa mengetahui sejarah Jerman.
Tetapi sejarah juga tidak boleh digunakan untuk membuat persamaan serampangan.
Analogi harus dibuktikan, bukan diasumsikan.
36. Mengapa Sejarah Jerman Membuat Kemenangan Ini Sangat Sensitif?
Setelah 1945, Republik Federal Jerman membangun sistem politik yang sangat sadar terhadap pengalaman runtuhnya demokrasi Weimar dan munculnya kediktatoran Nazi.
Perlindungan martabat manusia, hak dasar, demokrasi, federalisme dan pembatasan kekuasaan negara ditempatkan sangat kuat dalam Grundgesetz.
Karena itu pertumbuhan partai yang oleh banyak pengamat dan lembaga dikaitkan dengan kanan radikal atau ekstrem kanan tidak pernah dipandang sebagai peristiwa politik biasa.
Bagi pendukung AfD, penggunaan sejarah Nazi terhadap partai mereka sering dianggap sebagai cara untuk mendiskreditkan oposisi politik.
Bagi para pengkritiknya, sejarah justru alasan mengapa tanda-tanda ekstremisme harus diperiksa sedini mungkin.
Kedua posisi tersebut merupakan bagian dari perdebatan Jerman saat ini.
37. AfD Menang: Apakah Demokrasi Jerman Sedang Gagal?
Tidak sesederhana itu.
Jika sebuah partai mengikuti pemilu yang sah dan memperoleh suara dari warga, hasil tersebut merupakan bagian dari proses demokrasi.
Pada saat yang sama, demokrasi bukan hanya pemungutan suara.
Demokrasi Jerman juga mencakup:
hak dasar;
pemisahan kekuasaan;
pengadilan independen;
oposisi;
konstitusi;
federalisme;
dan batas terhadap kekuasaan pemerintah.
Bundestag menjelaskan demokrasi Jerman sebagai demokrasi representatif dengan penghormatan terhadap hak asasi, pembagian kekuasaan, pemerintahan yang bertanggung jawab, independensi pengadilan, multipartai serta pemilu bebas dan rahasia.
Jadi pertanyaan yang lebih tepat bukan:
“Apakah demokrasi berakhir karena AfD menang?”
Melainkan:
“Bagaimana institusi demokrasi Jerman akan merespons perubahan pilihan politik masyarakat?”
38. Kalau AfD Suatu Hari Menang Pemilu Federal, Apa yang Terjadi?
Sekarang kita naik dari Sachsen-Anhalt menuju skenario nasional.
Misalkan AfD suatu hari menjadi partai terbesar dalam:
Bundestagswahl
atau pemilu Bundestag.
Apakah pemimpin AfD otomatis menjadi kanselir?
Tidak otomatis.
Kembali ke Grundgesetz.
Bundeskanzler harus dipilih melalui Bundestag.
Artinya kemampuan membangun mayoritas parlemen tetap sangat penting.
Kalau partai lain menolak memberikan dukungan, menjadi partai terbesar saja belum tentu cukup.
Tetapi jika AfD memperoleh mayoritas absolut sendiri atau berhasil membangun mayoritas yang dapat memilih kanselir, situasinya tentu berubah secara fundamental.
Barulah AfD berpeluang memimpin Bundesregierung.
39. Kalau AfD Memimpin Bundesregierung, Apakah Mereka Bisa Melakukan Apa Saja?
Tetap tidak.
Ada:
Grundgesetz.
Ada:
Bundestag.
Ada:
Bundesrat.
Ada:
Bundesverfassungsgericht, Mahkamah Konstitusi Federal.
Ada pembagian kewenangan Bund-Länder.
Ada hukum Uni Eropa dalam bidang yang berlaku.
Ada perjanjian internasional.
Ada hak dasar.
Dan terdapat mekanisme politik serta hukum lainnya.
Bahkan mengubah Grundgesetz membutuhkan ambang yang sangat tinggi.
Bundestag menjelaskan perubahan konstitusi membutuhkan persetujuan dua pertiga anggota Bundestag dan dua pertiga suara Bundesrat.
Lebih jauh lagi, prinsip-prinsip fundamental tertentu dilindungi oleh Pasal 79 ayat 3 dan tidak dapat dihapus melalui amendemen biasa.
Artinya:
mayoritas politik mempunyai kekuasaan besar, tetapi tidak absolut.
40. Mengapa Sachsen-Anhalt Bisa Menjadi Titik Balik?
Karena angka hampir 44 persen mengubah psikologi politik.
Sebelumnya pertanyaan tentang AfD sering berbunyi:
“Seberapa besar AfD bisa tumbuh?”
Setelah Sachsen-Anhalt, pertanyaannya mulai bergeser:
“Bisakah AfD benar-benar memerintah?”
Itu perubahan besar.
Sebuah partai dapat berubah dari:
partai protes,
menjadi oposisi besar,
menjadi pemenang pemilu,
kemudian mencoba menjadi partai pemerintahan.
Sachsen-Anhalt menjadi laboratorium politik bagi pertanyaan tersebut.
41. Apa yang Harus Kita Pantau Berikutnya?
Ada beberapa indikator yang jauh lebih penting daripada jumlah video TikTok viral.
Pertama:
apakah AfD mampu membentuk pemerintahan Sachsen-Anhalt.
Kedua:
apakah Brandmauer partai-partai arus utama bertahan.
Ketiga:
apakah dukungan AfD di tingkat nasional ikut meningkat setelah kemenangan tersebut.
Keempat:
apakah AfD mampu mempertahankan dukungan ketika harus berpindah dari kampanye menuju tanggung jawab pemerintahan.
Kelima:
bagaimana investor, perusahaan, migran dan masyarakat Sachsen-Anhalt merespons perkembangan politik tersebut.
Dan keenam:
apakah kemenangan ini menular ke pemilu-pemilu Jerman berikutnya.
Itulah ukuran yang lebih berarti daripada sekadar trending topic.
42. Jadi, Apa yang Sebenarnya Baru Terjadi?
Mari kita sederhanakan semuanya.
Pada 6 September 2026:
AfD tidak mengambil alih Jerman.
AfD memenangkan pemilihan Landtag Sachsen-Anhalt.
AfD memperoleh sekitar 44 persen suara dan 39 dari 83 kursi.
AfD menjadi partai terbesar.
Tetapi AfD tidak memperoleh absolute Mehrheit atau mayoritas absolut.
Karena itu kemenangan tersebut tidak otomatis membuat Ulrich Siegmund menjadi Ministerpräsident.
Pembentukan pemerintahan tetap bergantung pada matematika parlemen, proses politik dan kemungkinan kerja sama antarpartai.
Partai-partai arus utama masih menghadapi persoalan Brandmauer, yaitu penolakan kerja sama politik dengan AfD.
Sementara itu, kemenangan tersebut memberikan AfD momentum yang sangat besar di tingkat nasional.
Itulah inti ceritanya.
43. Mengapa Dunia Memperhatikannya?
Karena yang sedang terjadi bukan sekadar pergantian preferensi politik di sebuah negara bagian berpenduduk beberapa juta orang.
Yang sedang diuji adalah arah politik salah satu negara paling berpengaruh di dunia.
Jerman merupakan:
kekuatan utama Uni Eropa;
pusat industri Eropa;
anggota NATO;
aktor utama dalam respons Eropa terhadap perang Rusia-Ukraina;
salah satu ekonomi terbesar dunia;
dan negara yang sistem politik pascaperangnya dibangun dengan perhatian luar biasa terhadap demokrasi dan sejarah ekstremisme.
Ketika sebuah partai yang selama bertahun-tahun berada di luar koalisi pemerintahan memperoleh hampir 44 persen suara dalam sebuah pemilu negara bagian, dunia mempunyai alasan untuk memperhatikannya.
Bukan karena AfD telah menguasai Jerman.
Tetapi karena kemungkinan politik yang sebelumnya terasa jauh kini menjadi lebih mudah dibayangkan.
Catatan PUSTAHA
Artikel ini tidak dibuat untuk mengajak pembaca mendukung atau menolak Alternative für Deutschland.
PUSTAHA memandang perkembangan ini sebagai peristiwa politik yang perlu dipahami berdasarkan sistem pemerintahan Jerman, hasil pemilu, dokumen partai, konstitusi dan sumber yang dapat diverifikasi.
Karena itu penting membedakan antara:
apa yang dikatakan AfD tentang dirinya sendiri;
apa yang dikatakan lawan politik AfD;
apa yang dinilai lembaga negara, peneliti dan media;
apa yang telah benar-benar terjadi;
dan
apa yang masih merupakan kemungkinan atau proyeksi.
Satu pelajaran paling penting dari kasus Sachsen-Anhalt adalah bahwa kata “menang” dalam demokrasi parlementer tidak selalu berarti “langsung memerintah.”
Dan satu video viral tidak cukup untuk memahami sebuah negara.
Di balik satu kata Landtagswahl saja terdapat federalisme, parlemen, koalisi, konstitusi, sejarah dan pembagian kekuasaan yang telah dibangun selama puluhan tahun.
Itulah sebabnya PUSTAHA memilih memulai dari istilahnya.
Membaca bahasanya.
Memahami sistemnya.
Kemudian baru menilai peristiwanya.
INGAT — TULIS — RILIS.
Sumber & Referensi
-
Statistisches Landesamt Sachsen-Anhalt. Wahl des 9. Landtages von Sachsen-Anhalt am 6. September 2026. Sumber resmi Pemerintah Sachsen-Anhalt mengenai Landtagswahl 2026. Diakses 11 September 2026.
-
Deutscher Bundestag. Grundgesetz. Teks dan penjelasan mengenai konstitusi Republik Federal Jerman, termasuk Pasal 50, 62, 63 dan ketentuan konstitusional lainnya. Diakses 11 September 2026.
-
Deutscher Bundestag. Gesetzgebungszuständigkeiten von Bund und Ländern. Penjelasan mengenai Bundesstaat, pembagian kewenangan Bund dan 16 Länder serta prinsip federalisme. Diakses 11 September 2026.
-
Deutscher Bundestag. Funktion und Aufgabe. Penjelasan resmi mengenai tugas Bundestag, legislasi, pengawasan pemerintah, anggaran dan pemilihan Bundeskanzler. Diakses 11 September 2026.
-
Deutscher Bundestag. Wahl des Bundeskanzlers/der Bundeskanzlerin. Penjelasan mekanisme konstitusional pemilihan kanselir dan absolute Mehrheit. Diakses 11 September 2026.
-
Bundesrat. Informasi resmi mengenai peran Länder dalam legislasi dan administrasi federal Republik Federal Jerman. Diakses 11 September 2026.
-
Bundeszentrale für politische Bildung (bpb). Frank Decker, Kompakter Überblick: Die AfD, 16 Mei 2026. Ringkasan sejarah, perkembangan politik, program dan basis pemilih Alternative für Deutschland. Diakses 11 September 2026.
-
Bundeszentrale für politische Bildung (bpb). Frank Decker, Etappen der Parteigeschichte der AfD, 16 Mei 2026. Sejarah AfD dari pembentukannya pada 2013, eurokritik, perubahan orientasi politik hingga perkembangan mutakhir. Diakses 11 September 2026.
-
Alternative für Deutschland (AfD). Grundsatzprogramm für Deutschland. Dokumen program dasar resmi partai mengenai negara, Uni Eropa, migrasi, kebijakan luar negeri, NATO, Rusia dan bidang kebijakan lainnya. Diakses 11 September 2026.
-
ZDFheute. AfD auf TikTok: Warum ist die Partei online so erfolgreich?, 3 September 2026. Analisis kekuatan media sosial AfD dan jangkauan TikTok Ulrich Siegmund menjelang pemilu Sachsen-Anhalt. Diakses 11 September 2026.
-
Reuters. Saxony-Anhalt election delivers a blow to Merz and a warning to Europe, 7 September 2026. Laporan mengenai kemenangan AfD, profil pemilih dan konsekuensi politik bagi pemerintahan Friedrich Merz.
-
Reuters. What would Germany's AfD do in first 100 days if it takes power in Saxony-Anhalt?, 8 September 2026. Penelaahan agenda pemerintahan awal Ulrich Siegmund mengenai migrasi, media publik, pendidikan dan restrukturisasi pemerintahan.
-
Reuters. AfD victory clouds Merz's reform agenda as ally seeks changes, 8 September 2026. Analisis dampak kemenangan AfD terhadap pemerintahan federal dan agenda reformasi Friedrich Merz.
-
Reuters. Far-right triumph in eastern Germany leaves migrants questioning their future, 7 September 2026. Laporan mengenai respons masyarakat berlatar migrasi serta posisi AfD mengenai migrasi legal dan ilegal.
-
Reuters. Germany's Merz accuses far-right AfD of calling for 'ethnic cleansing', 9 September 2026. Sumber mengenai pertentangan interpretasi antara Merz dan AfD terhadap konsep remigration.
-
Reuters. Bundesbank President Nagel says he is concerned about far right's rise, 10 September 2026. Pernyataan Presiden Bundesbank Joachim Nagel mengenai kemungkinan konsekuensi ekonomi dan investasi dari perkembangan politik tersebut.
Batas informasi: Artikel ini disusun berdasarkan informasi dan perkembangan yang dapat diverifikasi hingga 11 September 2026. Pembentukan pemerintahan Sachsen-Anhalt merupakan proses yang masih berkembang; komposisi koalisi, pemilihan Ministerpräsident, dan perkembangan politik setelah tanggal tersebut perlu diperbarui apabila terjadi perubahan.

