ARSIP — PUSTAHA
ARSIP-0002 • Gunung Sinabung
Erupsi Freatik Gunung Sinabung 27 Agustus 2010
Erupsi freatik Gunung Sinabung pada 27 Agustus 2010 menandai dimulainya kembali periode aktivitas erupsi setelah masa istirahat yang sangat panjang.

Pada 27 Agustus 2010 pukul 18.15 waktu setempat, Gunung Sinabung mengalami erupsi freatik yang menyebarkan abu vulkanik ke lereng timur–tenggara. Peristiwa ini menjadi titik awal kronologi modern aktivitas erupsi Sinabung dalam Arsip PUSTAHA.
Halaman ini merekam satu peristiwa dalam kronologi Gunung Sinabung. Rekaman ini dipertahankan sebagai bagian dari jejak peristiwa dan tidak menggantikan rekaman sebelum maupun sesudahnya.
Erupsi Freatik Gunung Sinabung 27 Agustus 2010
Pada 27 Agustus 2010 pukul 18.15 WIB, Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mengalami erupsi freatik. Peristiwa ini menjadi titik penting dalam sejarah modern Gunung Sinabung setelah gunung tersebut sebelumnya diklasifikasikan sebagai gunung api tipe B.
Dalam Arsip PUSTAHA, kejadian ini ditempatkan sebagai Peristiwa #1 untuk membuka rangkaian kronologi aktivitas modern Gunung Sinabung yang akan terus dilengkapi berdasarkan sumber yang dapat ditelusuri.
Kronologi Peristiwa
Publikasi Badan Geologi mengenai erupsi freatik Gunung Sinabung Agustus 2010 mencatat bahwa erupsi terjadi di Kawah I.
Aktivitas tersebut diawali oleh kepulan berwarna putih keabu-abuan, kemudian diikuti kepulan hitam yang mencapai sekitar 2.000 meter di atas kawah.
Erupsi memuntahkan abu serta fragmen batuan yang telah mengalami alterasi.
Kajian Badan Geologi mengidentifikasi batuan teralterasi tersebut berkaitan dengan alterasi argilik yang terbentuk dalam sistem hidrotermal. Temuan ini menjadi salah satu dasar ilmiah dalam pembahasan mengenai karakter erupsi freatik Sinabung pada Agustus 2010.
Data Peristiwa
- Tanggal: 27 Agustus 2010
- Waktu: 18.15 WIB
- Lokasi: Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Indonesia
- Jenis peristiwa: Erupsi freatik
- Lokasi erupsi: Kawah I
- Kolom erupsi: sekitar 2.000 meter di atas kawah
- Material yang dilaporkan: abu dan fragmen batuan teralterasi
- Status verifikasi PUSTAHA: Terverifikasi
Perubahan Penting Setelah Erupsi
Sebelum peristiwa tahun 2010, Gunung Sinabung diklasifikasikan sebagai gunung api tipe B, yaitu kelompok gunung api yang tidak memiliki catatan erupsi sejak tahun 1600.
Terjadinya erupsi freatik pada 27 Agustus 2010 kemudian menyebabkan Gunung Sinabung diklasifikasikan sebagai gunung api tipe A.
Dokumentasi Badan Geologi juga menyebut pemantauan Gunung Sinabung mulai dilakukan pada 28 Agustus 2010, sehari setelah erupsi tersebut. Sebelumnya Sinabung tidak dipantau secara kontinu. Pos pemantauan permanen kemudian mulai beroperasi pada September 2012.
Perubahan ini penting dalam kronologi Sinabung karena peristiwa 27 Agustus 2010 bukan hanya sebuah kejadian erupsi, tetapi juga menjadi awal perubahan besar dalam sistem pemantauan dan pencatatan aktivitas gunung tersebut pada periode modern.
Tentang Riwayat Erupsi Sebelumnya
Publikasi ilmiah Badan Geologi menyatakan bahwa sebelum erupsi freatik 2010, erupsi magmatik Sinabung sebelumnya diperkirakan terjadi sekitar 1.200 tahun lalu.
Umur tersebut diperoleh melalui penanggalan karbon-14 terhadap sampel arang yang ditemukan pada endapan aliran piroklastik di sekitar Kampung Bekerah.
Karena angka tersebut merupakan hasil penanggalan geologi, PUSTAHA mencatatnya sebagai hasil penelitian dan tidak mengubahnya menjadi tanggal kalender yang seolah-olah diketahui secara pasti.
Posisi Peristiwa dalam Arsip
Peristiwa 27 Agustus 2010 digunakan sebagai titik awal rangkaian kronologi modern Gunung Sinabung dalam Arsip PUSTAHA.
Namun Peristiwa #1 ini bukan berarti seluruh sejarah Gunung Sinabung dimulai pada 2010. Jejak aktivitas yang lebih tua tetap dapat ditambahkan kemudian apabila tersedia sumber yang memadai.
Peristiwa setelah 27 Agustus 2010 juga akan dicatat sebagai entri tersendiri berdasarkan tanggal kejadiannya. Dengan cara tersebut, erupsi berikutnya, perubahan tingkat aktivitas, perkembangan pemantauan, dampak, evakuasi, maupun kejadian penting lainnya tidak ditumpuk dalam satu tulisan, tetapi disusun sebagai rangkaian peristiwa yang dapat ditelusuri.
Catatan Verifikasi PUSTAHA
Tanggal dan waktu kejadian mengacu pada publikasi Badan Geologi mengenai Gunung Sinabung yang mencatat erupsi freatik pada 27 Agustus 2010 pukul 18.15 WIB.
Karakter erupsi, lokasi Kawah I, ketinggian kepulan sekitar 2.000 meter di atas kawah, serta material berupa abu dan batuan teralterasi merujuk pada penelitian Badan Geologi mengenai erupsi freatik Gunung Sinabung Agustus 2010.
PUSTAHA memperlakukan Arsip sebagai dokumentasi yang dapat terus berkembang. Apabila kemudian ditemukan sumber primer, penelitian, atau dokumen resmi yang memberikan rincian tambahan maupun koreksi terhadap informasi di atas, informasi tersebut akan dicatat dengan sumber dan konteksnya tanpa menghilangkan jejak dokumentasi sebelumnya.
Arsip ini bukan sistem prediksi aktivitas gunung api dan bukan pengganti informasi keselamatan dari lembaga berwenang.
Sumber & Referensi
-
Sutawidjaja, I. S., Prambada, O., & Siregar, D. A. “The August 2010 Phreatic Eruption of Mount Sinabung, North Sumatra / Letusan Freatik Gunungapi Sinabung Agustus 2010, Sumatra Utara.” Indonesian Journal on Geoscience, Vol. 8 No. 1, Maret 2013, hlm. 55–61. Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia.
-
Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia. “Sinabung Naik Kelas.” Dokumentasi Badan Geologi mengenai erupsi Gunung Sinabung 27 Agustus 2010 dan perubahan klasifikasi dari gunung api tipe B menjadi tipe A.
-
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia. “Letusan G. Sinabung Kini Mirip Letusan 1.200 Tahun Lalu.” 21 Januari 2014.
Tanggal akses sumber: 10 September 2026.
CATATAN SUMBER
Dokumentasi Tambahan
Tanggal dan waktu kejadian dicatat berdasarkan publikasi ilmiah Badan Geologi mengenai aktivitas Gunung Sinabung pada Agustus 2010. Peristiwa 27 Agustus 2010 dicatat sebagai erupsi freatik dan menjadi titik awal kronologi aktivitas erupsi modern Gunung Sinabung dalam Arsip PUSTAHA. Informasi dalam Peristiwa ini disusun berdasarkan sumber yang dapat ditelusuri dan diverifikasi. Apabila kemudian ditemukan sumber primer atau data resmi yang memberikan koreksi, penjelasan, atau rincian tambahan, pembaruan akan dicatat tanpa menghilangkan jejak informasi sebelumnya.
