Penumpang Diduga Ancam Bajak Pesawat, Pilot Putar Balik

Penerbangan United Airlines dari Las Vegas menuju Newark terpaksa kembali setelah awak kabin menemukan dugaan ancaman pembajakan melalui pesan seorang penumpang.

Pesawat United Airlines yang membawa 150 penumpang kembali ke Las Vegas setelah muncul dugaan ancaman pembajakan. Polisi menangkap seorang penumpang berusia 25 tahun.

Cover artikel Penumpang Diduga Ancam Bajak Pesawat, Pilot Putar Balik

LAS VEGAS, PUSTAHA — 27 Oktober 2026. Pesawat United Airlines dengan nomor penerbangan UA1681 terpaksa kembali ke Bandara Internasional Harry Reid, Las Vegas, Amerika Serikat, setelah awak kabin menemukan dugaan ancaman pembajakan yang melibatkan seorang penumpang.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu malam, 24 Oktober 2026, ketika pesawat sedang dalam perjalanan dari Las Vegas menuju Bandara Internasional Newark Liberty, New Jersey.

Seorang pramugari dilaporkan melihat penumpang menulis pesan yang mengindikasikan ancaman untuk membajak pesawat. Temuan tersebut kemudian disampaikan kepada pilot, yang segera mengambil langkah pengamanan.

Pilot memutuskan kembali ke bandara keberangkatan untuk menghindari kemungkinan ancaman terhadap keselamatan penerbangan.

Pesawat akhirnya berhasil mendarat dengan selamat di Las Vegas tanpa laporan korban luka.

Pramugari Menemukan Dugaan Ancaman Pembajakan

Berdasarkan rekaman komunikasi antara pilot dan petugas pengatur lalu lintas udara, dugaan ancaman pertama kali diketahui oleh seorang pramugari.

Awak kabin tersebut dilaporkan melihat seorang penumpang mengetik pesan mengenai rencana pembajakan pesawat.

Informasi itu segera diteruskan kepada pilot yang kemudian menerapkan prosedur pengamanan kokpit.

Dalam komunikasi dengan petugas pengatur lalu lintas udara, pilot menjelaskan bahwa penumpang yang dicurigai belum mengetahui tindakan pengamanan yang dilakukan awak pesawat.

Penumpang tersebut juga dilaporkan tetap kooperatif dan belum memerlukan tindakan pengekangan selama pesawat kembali menuju Las Vegas.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga situasi di dalam kabin tetap terkendali.

Pilot Memutuskan Putar Balik ke Las Vegas

Penerbangan United Airlines UA1681 menggunakan pesawat Boeing 737 yang membawa 150 penumpang dan enam awak.

Pesawat sebelumnya dijadwalkan terbang dari Las Vegas menuju Newark, New Jersey.

Namun, tidak lama setelah lepas landas, awak penerbangan melaporkan gangguan keamanan yang melibatkan seorang penumpang.

Pilot kemudian berkoordinasi dengan pengatur lalu lintas udara untuk kembali ke Bandara Internasional Harry Reid.

Menurut keterangan Federal Aviation Administration (FAA), pesawat berhasil kembali dan mendarat dengan selamat sekitar pukul 23.05 waktu setempat pada 24 Oktober 2026.

Setelah pesawat mendarat, petugas kepolisian melakukan penanganan terhadap penumpang yang diduga menyampaikan ancaman tersebut.

Polisi Menangkap Penumpang Berusia 25 Tahun

Las Vegas Metropolitan Police Department (LVMPD) mengonfirmasi penangkapan seorang pria berusia 25 tahun bernama Dante Milne.

Penangkapan dilakukan setelah kepolisian menerima laporan mengenai dugaan ancaman terorisme dalam penerbangan United Airlines tersebut.

Milne kemudian dibawa ke Clark County Detention Center untuk menjalani proses hukum.

Berdasarkan dokumen pengaduan pidana yang diberitakan Associated Press, penumpang tersebut diduga menulis pesan mengenai niat membajak pesawat dan menabrakkannya ke bagian tertentu dari kabin penumpang.

Meski demikian, dokumen tersebut tidak menjelaskan secara terperinci bagaimana pesan dikirim ataupun kepada siapa pesan tersebut ditujukan.

Pihak kepolisian menetapkan tuduhan terkait penyampaian ancaman atau informasi palsu mengenai tindakan terorisme.

Tuduhan tersebut masih merupakan bagian dari proses hukum dan belum dapat dianggap sebagai bukti bahwa tersangka benar-benar melakukan pembajakan.

United Airlines Konfirmasi Pesawat Kembali dengan Selamat

United Airlines membenarkan bahwa penerbangan UA1681 kembali ke Las Vegas akibat adanya potensi gangguan keamanan.

Maskapai menyatakan keputusan tersebut diambil untuk menangani persoalan keselamatan penerbangan.

Setelah pesawat kembali ke bandara, penerbangan menuju Newark tidak langsung dilanjutkan.

United Airlines menjelaskan bahwa perjalanan harus ditunda hingga keesokan harinya karena awak pesawat telah mencapai batas waktu tugas penerbangan yang diperbolehkan.

Penerbangan akhirnya dilanjutkan pada Minggu pagi, 25 Oktober 2026.

Tidak ada korban luka yang dilaporkan dalam insiden tersebut.

FAA Lakukan Penyelidikan

Federal Aviation Administration (FAA), otoritas penerbangan sipil Amerika Serikat, menyatakan akan menyelidiki kejadian yang menyebabkan penerbangan UA1681 kembali ke bandara keberangkatan.

FAA mengonfirmasi bahwa awak pesawat melaporkan gangguan yang melibatkan seorang penumpang sebelum memutuskan kembali ke Las Vegas.

Penyelidikan dilakukan untuk menelaah kejadian serta aspek keselamatan penerbangan.

Sementara itu, penanganan dugaan ancaman terorisme menjadi bagian dari proses penegakan hukum oleh pihak kepolisian.

Kedua proses tersebut memiliki ruang lingkup berbeda, yakni pemeriksaan keselamatan penerbangan dan penanganan dugaan pelanggaran hukum.

Ancaman Pembajakan Tidak Sama dengan Pembajakan Pesawat

Dalam pemberitaan mengenai insiden penerbangan, terdapat perbedaan antara ancaman pembajakan dan tindakan pembajakan yang benar-benar terjadi.

Ancaman pembajakan dapat berupa pernyataan atau tindakan yang menimbulkan dugaan adanya bahaya terhadap keselamatan penerbangan.

Sementara itu, pembajakan pesawat melibatkan tindakan melawan hukum untuk mengambil alih atau menguasai pesawat.

Dalam insiden United Airlines UA1681, informasi yang telah dikonfirmasi mencakup laporan ancaman keamanan, keputusan pilot kembali ke Las Vegas, serta penangkapan seorang penumpang.

Belum terdapat informasi resmi yang menunjukkan bahwa penumpang tersebut berhasil mengambil alih kendali pesawat ataupun memasuki kokpit secara paksa.

Dengan demikian, peristiwa ini lebih tepat dikategorikan sebagai dugaan ancaman pembajakan pesawat.

Keselamatan Penumpang Menjadi Prioritas

Keputusan pilot untuk kembali ke bandara keberangkatan menunjukkan penerapan langkah pencegahan dalam menghadapi potensi ancaman keamanan penerbangan.

Dalam situasi yang melibatkan dugaan ancaman serius, awak pesawat perlu mempertimbangkan keselamatan seluruh penumpang dan kru sebelum melanjutkan perjalanan.

Peristiwa yang terjadi pada 24 Oktober 2026 tersebut berakhir tanpa laporan korban luka.

Meski penerbangan mengalami penundaan, seluruh penumpang dapat melanjutkan perjalanan setelah persoalan keamanan ditangani.

Proses hukum terhadap penumpang yang ditangkap dan penyelidikan FAA menjadi perkembangan berikutnya yang perlu diperhatikan untuk mengetahui hasil akhir penanganan insiden tersebut.

PUSTAHA

INGAT · TULIS · RILIS