NASA dan Kanada Gelar Spacewalk, Astronaut Pasang Perangkat Panel Surya Baru di Luar ISS

Dua astronaut dijadwalkan bekerja selama sekitar enam setengah jam di luar Stasiun Luar Angkasa Internasional untuk mendukung peningkatan sistem tenaga listrik di orbit Bumi.

NASA mengumumkan kegiatan spacewalk yang melibatkan astronaut Anil Menon dan Joshua Kutryk untuk memasang perangkat pendukung panel surya baru di ISS. Aktivitas luar wahana tersebut dijadwalkan dimulai pukul 12.00 UTC pada 29 Oktober 2026 dan berlangsung sekitar enam setengah jam. Misi ini menjadi bagian dari pekerjaan pemeliharaan dan peningkatan infrastruktur stasiun antariksa.

Cover artikel NASA dan Kanada Gelar Spacewalk, Astronaut Pasang Perangkat Panel Surya Baru di Luar ISS

NASA dan Kanada Gelar Spacewalk, Astronaut Pasang Perangkat Panel Surya Baru di Luar ISS

PUSTAHA.COM — ASTRONOMI | 29 Oktober 2026

Ratusan kilometer di atas permukaan Bumi, manusia kembali menunjukkan kemampuan luar biasa dalam mengembangkan teknologi antariksa. Dua astronaut dari Amerika Serikat dan Kanada dijadwalkan melaksanakan aktivitas di luar Stasiun Luar Angkasa Internasional atau International Space Station (ISS), sebuah pekerjaan berisiko tinggi yang dilakukan di lingkungan ruang angkasa.

Melalui pengumuman di akun resminya pada 29 Oktober 2026, NASA menyampaikan bahwa astronaut Anil Menon dari Amerika Serikat dan Joshua Kutryk dari Badan Antariksa Kanada (Canadian Space Agency/CSA) sedang melakukan persiapan untuk memasang perangkat pendukung susunan panel surya baru di bagian luar ISS.

Aktivitas yang dikenal sebagai spacewalk atau extravehicular activity (EVA) tersebut dijadwalkan dimulai sekitar pukul 12.00 UTC atau 19.00 WIB, dengan perkiraan durasi enam setengah jam.

Pekerjaan ini menjadi bagian dari upaya menjaga dan meningkatkan kemampuan operasional ISS, laboratorium antariksa yang telah menjadi simbol kerja sama internasional selama lebih dari dua dekade.

Apa Itu Spacewalk dan Mengapa Begitu Berbahaya?

Spacewalk merupakan aktivitas ketika astronaut meninggalkan lingkungan bertekanan di dalam wahana antariksa untuk bekerja di luar stasiun.

Berbeda dengan pekerjaan teknis di Bumi, aktivitas ini berlangsung dalam kondisi yang sangat ekstrem.

Di luar ISS, tidak tersedia udara untuk bernapas, tekanan atmosfer hampir tidak ada, dan astronaut harus menghadapi perubahan suhu yang tajam serta risiko benturan dengan partikel kecil yang bergerak sangat cepat.

Karena itu, astronaut mengenakan pakaian antariksa khusus yang berfungsi seperti wahana kehidupan pribadi.

Pakaian tersebut menyediakan oksigen, mengatur tekanan, mengendalikan suhu tubuh, serta memungkinkan komunikasi dengan pusat kendali dan rekan astronaut.

Setiap gerakan harus direncanakan secara teliti. Peralatan yang terlepas dapat melayang menjauh, sementara kesalahan teknis berpotensi mengganggu keselamatan astronaut maupun operasional stasiun.

Astronaut juga menggunakan sistem pengaman untuk memastikan mereka tetap terhubung dengan struktur ISS selama bekerja.

Mengapa ISS Membutuhkan Panel Surya Baru?

Stasiun Luar Angkasa Internasional tidak memperoleh listrik dari jaringan pembangkit di Bumi.

Sebagian besar kebutuhan energinya dipenuhi melalui panel surya yang mengubah cahaya Matahari menjadi energi listrik.

Energi tersebut digunakan untuk mengoperasikan berbagai sistem penting, termasuk:

  • Peralatan penelitian ilmiah.
  • Komputer dan sistem komunikasi.
  • Pengaturan suhu dan lingkungan kabin.
  • Sistem pendukung kehidupan astronaut.
  • Peralatan navigasi dan pengendalian stasiun.

ISS mengorbit Bumi kira-kira setiap 90 menit. Dalam satu putaran, stasiun mengalami periode terkena sinar Matahari dan periode berada dalam bayangan Bumi.

Ketika berada di bawah sinar Matahari, panel surya menghasilkan listrik sekaligus membantu mengisi baterai. Energi yang tersimpan kemudian digunakan saat stasiun tidak menerima cahaya Matahari secara langsung.

Panel surya ISS yang telah digunakan selama bertahun-tahun mengalami penurunan kinerja seiring usia operasionalnya.

Untuk mempertahankan kemampuan stasiun, NASA dan mitra internasional mengembangkan program peningkatan sistem tenaga listrik melalui pemasangan panel surya tambahan.

Mengenal Teknologi Roll-Out Solar Array

Salah satu teknologi penting dalam modernisasi ISS adalah ISS Roll-Out Solar Array atau IROSA.

Berbeda dengan panel surya konvensional yang memiliki struktur kaku dan membutuhkan mekanisme pembentangan tertentu, IROSA dirancang agar dapat digulung selama pengangkutan dan dibentangkan ketika sudah berada di lokasi pemasangan.

Desain tersebut memungkinkan perangkat menempati ruang lebih kecil selama peluncuran.

Setelah dipasang, panel dibentangkan untuk menangkap energi Matahari dan menghasilkan listrik.

Teknologi ini menunjukkan bagaimana rekayasa antariksa terus berkembang menuju perangkat yang lebih ringan, efisien, dan praktis untuk digunakan di orbit.

Peningkatan pasokan listrik menjadi penting karena eksperimen ilmiah dan berbagai sistem pendukung ISS memerlukan energi yang stabil.

Dengan infrastruktur tenaga listrik yang lebih baik, stasiun dapat mempertahankan kemampuannya sebagai laboratorium penelitian di lingkungan gravitasi mikro.

Peran Amerika Serikat dan Kanada dalam Operasi ISS

Misi yang diumumkan NASA ini juga memperlihatkan pentingnya kerja sama internasional dalam eksplorasi antariksa.

Amerika Serikat melalui NASA merupakan salah satu mitra utama dalam pembangunan dan pengoperasian ISS.

Sementara itu, Kanada memiliki kontribusi besar dalam pengembangan teknologi robotika antariksa.

Salah satu teknologi Kanada yang paling dikenal adalah Canadarm2, lengan robot yang digunakan untuk membantu berbagai pekerjaan di bagian luar ISS.

Perangkat ini mampu memindahkan peralatan, membantu penanganan muatan, dan mendukung sejumlah kegiatan pemeliharaan stasiun.

Kerja sama tersebut menunjukkan bahwa pengoperasian laboratorium di orbit bukanlah pekerjaan satu negara.

ISS merupakan hasil kontribusi berbagai lembaga antariksa internasional yang menyatukan kemampuan teknologi, sumber daya, dan keahlian ilmiah.

ISS: Laboratorium yang Bergerak Ribuan Kilometer per Jam

ISS mengorbit Bumi pada ketinggian sekitar 400 kilometer, meskipun ketinggiannya dapat berubah dari waktu ke waktu.

Stasiun ini bergerak dengan kecepatan sekitar 28.000 kilometer per jam untuk mempertahankan orbitnya.

Kecepatan yang sangat tinggi tersebut diperlukan agar ISS terus berada dalam keadaan jatuh bebas mengelilingi Bumi, bukan jatuh langsung ke permukaannya.

Di dalam stasiun, astronaut mengalami kondisi gravitasi mikro yang memungkinkan berbagai eksperimen dilakukan dengan cara yang sulit direplikasi di Bumi.

Penelitian di ISS mencakup bidang biologi, kesehatan manusia, fisika material, teknologi, dan berbagai sistem yang diperlukan untuk perjalanan antariksa jangka panjang.

Pengalaman yang diperoleh dari ISS juga memberikan pengetahuan penting bagi pengembangan misi eksplorasi Bulan dan Mars.

Mengapa Aktivitas Ini Penting bagi Masa Depan Antariksa?

Pemasangan perangkat pendukung panel surya mungkin terlihat seperti pekerjaan teknis biasa.

Namun, dalam konteks eksplorasi antariksa, pekerjaan tersebut memiliki arti yang lebih luas.

Manusia tidak cukup hanya mampu mengirimkan wahana ke luar angkasa. Teknologi antariksa juga harus dapat dipelihara, diperbaiki, dan ditingkatkan ketika sudah beroperasi jauh dari Bumi.

Kemampuan astronaut untuk melakukan pekerjaan teknis di orbit menjadi salah satu fondasi penting bagi masa depan eksplorasi.

Dalam misi yang lebih jauh, seperti pembangunan fasilitas di sekitar Bulan, kemampuan memperbaiki peralatan tanpa harus membawanya kembali ke Bumi akan semakin diperlukan.

Karena itu, setiap spacewalk juga memberikan pengalaman operasional yang berharga bagi pengembangan prosedur keselamatan dan teknik pekerjaan di luar wahana.

Menjelang Masa Depan Baru Setelah ISS

ISS telah menjadi salah satu proyek kerja sama ilmiah terbesar dalam sejarah manusia.

Namun, stasiun tersebut tidak akan beroperasi selamanya.

NASA dan mitra internasional tengah mempersiapkan transisi menuju era baru aktivitas manusia di orbit rendah Bumi, termasuk pengembangan stasiun antariksa komersial.

Meskipun demikian, menjaga ISS tetap aman dan berfungsi selama masa operasionalnya masih menjadi prioritas.

Pemeliharaan infrastruktur, termasuk sistem pembangkit listrik, menjadi bagian penting dari tanggung jawab tersebut.

Peningkatan teknologi yang dilakukan saat ini juga dapat memberikan pelajaran bagi desain stasiun antariksa generasi berikutnya.

Kesimpulan: Kemajuan Antariksa Dibangun Melalui Pekerjaan yang Tidak Pernah Berhenti

Ketika masyarakat menyaksikan astronaut bekerja di luar ISS, yang terlihat mungkin hanya dua manusia dengan pakaian antariksa yang bergerak perlahan di tengah kehampaan.

Namun, di balik aktivitas itu terdapat hasil penelitian selama puluhan tahun, perencanaan teknis yang rumit, dan kerja sama internasional.

Pemasangan perangkat pendukung panel surya baru merupakan bagian dari upaya memastikan laboratorium antariksa tetap memperoleh energi yang dibutuhkan untuk menjalankan misinya.

Kegiatan tersebut juga mengingatkan bahwa kemajuan teknologi tidak selalu hadir melalui peluncuran roket atau penemuan planet baru.

Terkadang, kemajuan justru ditentukan oleh kemampuan manusia memperbaiki, merawat, dan mengembangkan teknologi yang sudah berada ratusan kilometer di atas Bumi.

Di tengah luasnya alam semesta, setiap pekerjaan kecil yang dilakukan manusia di orbit merupakan bagian dari perjalanan panjang ilmu pengetahuan untuk memahami ruang angkasa dan memperluas batas kemampuan peradaban.


Catatan Redaksi Pustaha.com: Artikel ini disusun berdasarkan pengumuman NASA pada 29 Oktober 2026 mengenai jadwal aktivitas luar wahana yang melibatkan Anil Menon dan Joshua Kutryk. Informasi mengenai jadwal dan rencana pekerjaan tidak dengan sendirinya menunjukkan bahwa seluruh kegiatan telah selesai dilaksanakan. Perubahan jadwal atau hasil akhir misi perlu merujuk pada pembaruan resmi NASA.

PUSTAHA

INGAT · TULIS · RILIS